Sabtu, 10 Agustus 2019 - Redaksi Kesan | Islam

Tanya Kiai: Amalan Arafah Bagi yang Haid

Oleh: Ustaz Abdul Walid, alumnus Ma’had Aly, PP Syalafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo

Pertanyaan: 

Ustadz, mau tanya dong, amalan apa yang bisa dilakukan bagi wanita yang tidak bisa menjalankan puasa Arafah dikarenakan sedang haid? Selain berqurban. 

Jawaban: 

Pertama, perlu disampaikan bahwa puasa Arafah itu hukumnya sunnah, sehingga bila tidak dikerjakan pun tidak berdosa. 

Namun penanya mempunyai niat yang sangat baik dan tidak ingin ketinggalan satu amalan pun di bulan Dzulhijjah ini. 

Sementara, di sisi lain, kodratnya sebagai wanita tidak bisa dihindari, seperti haid yang pasti terjadi tiap bulannya. 

Sebelum menjawab pertanyaan ini, alangkah baiknya dipahami terlebih dahulu hal-hal yang diharamkan bagi wanita haid. 

Ada 8 hal yang tidak boleh dilakukan oleh wanita yang sedang haid: 

  1. Shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah
  2. Puasa, baik Puasa wajib maupun puasa sunnah (untuk puasa wajib, maka wanita haid diwajibkan mengqadla’nya) 
  3. Membaca Alquran
  4. Menyentuh mushaf dan membawa mushaf kecuali mushaf itu ada di dalam sebuah tas, maka boleh membawa tas yang di dalamnya ada mushaf. 
  5. Masuk masjid 
  6. Thawaf 
  7. Bersenggama 
  8. Bercumbu rayu melibatkan anggota badan antara pusar dan lutut

Namun pada poin nomor 3 (membaca Alquran) di kalangan Ulama masih terjadi perselisihan pendapat. Dari beberapa pendapat, hanya pendapat Imam Malik sajalah yang memperbolehkan wanita haid membaca Alquran. 

ومنها: أنها لا تقرأ القرآن إلا على قول مالك رحمه الله تعالى

 فإنه كان يجوز للحائض قراءة القرآن

Diantara hukum, yang berkaitan dengan wanita haid adalah bahwa, wanita yang sedang haid tidak boleh membaca Alquran, kecuali berdasarkan atas perkataan Imam Malik. Karena beliau (Imam Malik) memperbolehkan wanita haid untuk membaca Alquran. 

Kaitannya dengan pertanyaan di atas. Maka selain kurban, membaca Alquran juga bisa menjadi alternatif amalan lain untuk mengisi hari Arafah bagi yang sedang haid.

Daripada melakukan sesuatu yang tak bermanfaat maka lebih baik membaca Alquran dengan mengikuti pendapat Imam malik ini. 

Saran saya membacanya dengan memakai Alquran versi android (misalnya, Alquran yang ada di KESAN). Sebab Alquran android bukanlah mushaf dan ini menunjukkan kehati-hatian dalam beribadah. 

Bisa juga dengan memperbanyak zikir yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ untuk hari Arafah. 

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik doa adalah doa di hari Arafah, dan sebaik-baik yang aku ucapkan dan para nabi sebelumku ucapkan adalah”: 

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هَو عَلَى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٍ

Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu (HR. Tirmidzi no. 3585).

Wallahu a’lam bish-shawabi. 

Referensi: Kitab al-Mabsuth karya al-Sarkhasiy, juz III hal 277

###

* Punya pertanyaan terkait Islam? Jangan ragu mengirimkannya kepada kami. InsyaAllah akan kami teruskan kepada para ustaz dan kiai untuk dicarikan jawabannya.