Kamis, 05 September 2019 - Redaksi Kesan | Artikel

Tanya Kiai: Shalat Jumat Jauh dari Tempat Kerja?

Pertanyaan (dari Ahmat Afrizal):

Saya ingin bertanya tentang hukum shalat Jumat di pabrik yang tidak memenuhi syarat. Salah satu syaratnya kan harus memenuhi jumlah minimal 40 orang, dan mereka adalah orang-orang yang mukim. Sementara, para pekerja di pabrik bukanlah orang yang mukim. Jika kami harus shalat Jumat di perkampungan, jaraknya jauh sekali dari lokasi pabrik dan akan menghabiskan waktu istirahat. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Jawaban (oleh Ustadz Abdul Walid): 

Pelaksanaan shalat Jumat dipandang sah secara fikih kalau ia memenuhi tiga syarat. 

Pertama, shalat Jumat dilaksanakan di dar al-Iqamah, yakni sebuah daerah yang didiami oleh sekelompok orang yang sudah memiliki tempat domisili, baik daerah itu daerah perkotaan ataupun pedesaan. 

Kedua, shalat Jumat itu dilaksanakan oleh 40 orang laki-laki yang dipandang ahli (cakap) untuk melaksanakan shalat Jumat. 

Siapa mereka? 

Mereka adalah orang–orang mukallaf (baligh dan berakal sehat), berjenis kelamin laki-laki, berstatus orang merdeka, dan berdomisili (mustauthin) atau bertempat tinggal tetap. 

Ketiga, shalat Jumat dilaksanakan pada waktu zuhur, yaitu mulai tergelincirnya matahari hingga ukuran bayangan benda menyamai ukuran bendanya. 

Tentang waktu—karena sekarang adalah era teknologi informasi—saudara dapat merujuk pada jadwal shalat yang ada pada aplikasi KESAN.

Lalu siapa saja yang diwajibkan melaksanakan shalat Jumat? 

Mereka adalah muslim, berusia baligh, berakal sehat, berstatus merdeka, berjenis kelamin laki-laki, tidak sedang sakit, dan yang memiliki tempat tinggal tetap. 

Tentang pabrik, tentu saja tidak termasuk tempat menetap atau domisili. Oleh karena itu, para pekerja atau buruh pabrik tidak dikenai kewajiban melaksanakan shalat Jumat. Namun, bila rumah tempat tinggalnya berdekatan dengan pabrik, maka ia wajib melaksanakan shalat Jumat.  

Mengenai kategori mustauthin (orang yang bertempat tinggal tetap), ia tidak selalu harus memiliki tempat tinggal permanen. 

Mereka yang berniat menetap pada suatu daerah selama 4 hari atau lebih sudah termasuk mustauthin dan dikenai kewajiban menunaikan shalat Jumat. 

Jadi bila seseorang berkunjung ke rumah kerabatnya dan berniat tinggal di sana selama 4 hari atau lebih, ia hukumnya harus ikut shalat Jumat. 

Dari sini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa hukum dasar bagi pekerja yang kondisinya seperti saudara terangkan adalah tidak wajib.

Namun, jika saudara dan para pekerja lainnya tetap melaksanakan shalat Jumat dipabrik, menurut pendapat kami shalat Jumatnya tetap sah, meski tidak wajib. Pendapat kami merujuk pada Kitab I’anah al-Thalibin 2/54 yang menjelaskan mengenai ragam kondisi seseorang dalam kaitannya dengan hukum shalat Jumat.

Memang ada sejumlah ulama yang memiliki pendapat lain, yaitu mewajibkan shalat Jumat meski jamaahnya tidak mencapai 40 orang. 

Misalnya, Imam Abu Hanifah yang hanya mencukupkan 4 orang saja sudah bisa menjalankan shalat Jumat. 

Begitu juga Imam Malik yang mengatakan tidak mencapai 40 orang pun, sudah sah. Beliau tidak menyebutkan jumlah, tetapi di bawah atau kurang dari 40 orang. 

Namun, pendapat yang lazim dalam Madzhab Syafi’i adalah seperti yang telah kami jelaskan di atas.

Kendati demikian, kami tetap menganjurkan saudara dan segenap pegawai pabrik untuk mendirikan shalat Jumat, meskipun kondisinya serba terbatas di sana. Yang demikian itu, insya Allah lebih baik dan bagian dari upaya kita mensyiarkan Islam.

Wallahu a'lam bish-shawabi.

Referensi: Fath al-Qarib al-Mujib hal. 18, Taqrirah al-Sadidah 3/42, Abu Abdillah al-Ustmani, Kitab Rahmat al-Ummah fi Ikhtilaf al-Ulama hal. 54

###

*Punya pertanyaan terkait Islam? Jangan ragu mengirimkannya kepada kami di salam@kesan.id.  Insya Allah akan kami teruskan kepada para ustaz dan kiai untuk dicarikan jawabannya. Jawaban dari pertanyaan akan diterbitkan—pada umumnya—berdasarkan yang lebih dahulu masuk. 

**Bagi yang belum sempat mengisi Survei Berhadiah: Bantu KESAN Lebih BerKESAN, mohon kesediannya mengisi surveinya ya di: https://www.surveymonkey.com/r/Kesan1 . Ada hadiahnya lho! Yuk bersama kita majukan aplikasi KESAN

***Jika konten atau artikel KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin.