Minggu, 08 September 2019 - Redaksi Kesan | Artikel

Mengenal Puasa Tasu’a

Senin besok tanggal 9 September 2019 bertepatan dengan hari Tasu’a (9 Muharram), sedangkan lusanya adalah hari Asyura (10 Muharam). Kedua hari ini memiliki keutamaan dalam Islam. Apa saja keutamaannya? Simak penjelasannya. 

Tasu’a berarti sembilan dan ini mengacu pada hari yang kesembilan di bulan Muharram. Ketika berada di hari Asyura, Rasulullah ﷺ pernah mengatakan kepada para sahabatnya bahwa beliau berniat untuk melaksanakan puasa Tasu’a tahun depan. 

‏ لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لأَصُومَنَّ الْيَوْمَ التَّاسِعَ

Jika aku masih hidup tahun depan, aku akan berpuasa Tasu’a juga (HR. Ibnu Majah no. 1736). 

Namun, Rasulullah ﷺ wafat sebelum Muharram tahun berikutnya tiba. 

Mengomentari hadis ini, ulama besar hadis Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan, “Niat Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari kesembilan, maknanya bukan hanya berpuasa di hari itu saja, tapi maksudnya sebagai tambahan berpuasa di hari kesepuluh. Apakah dengan tujuan kehati-hatian atau menyelisihi orang Yahudi dan Nasrani, dan pendapat  kedua inilah yang lebih kuat, sebagaimana ditunjukkan oleh beberapa riwayat Imam Muslim.” 

Berdasarkan hadis di atas dan puluhan hadis lainnya, jumhur ulama berpendapat bahwa berpuasa pada hari Tasu’a hukumnya sunnah. 

Imam Syafi’i menganjurkan untuk menyambung puasa Tasu’a dan Asyura (10 Muharram). Alasannya tentu karena Rasulullah ﷺ biasa berpuasa Asyura dan—sesuai hadis di atas—berniat untuk berpuasa Tasu’a di tahun berikutnya.

Seperti yang pernah diuraikan dalam artikel sebelumnya “Berpuasa di Bulan Allah” semakin banyak berpuasa di bulan Muharram, maka itu semakin baik. Rasulullah ﷺ pernah bersabda: 

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa (yang dilakukan) di bulan Allah Muharram, dan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah shalat malam (HR. Muslim no. 1163). 

Lalu apa hikmahnya berpuasa di hari Tasu’a dan Asyura?

Setidaknya ada tiga hikmah menurut Imam Nawawi dan Ashhab Syafi’i (murid dan para pengikut Imam Syafi’i).

Pertama, sebagai pembeda dengan ritual puasa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, di mana mereka hanya berpuasa pada hari kesepuluh (Asyura) saja. 

عَنْ عَطَاء أَنَّهُ سَمِعَ ابْنِ عَبَاسٍ يَقُوْلُ: وَخَالِفُوا الْيَهُودَ صُومُوا التَّاسِعَ وَ الْعَاشِرَ

Dari ‘Atha’, dia mendengar Ibnu Abbas berkata, “Selisihlah Yahudi, berpuasalah pada tanggal sembilan dan sepuluh”( HR. Baihaqi dalam Sunan Kubra 4/287). 

Kedua, menyambung puasa Tasu’a dengan Asyura diibaratkan seperti tersambungnya puasa hari Jumat dengan hari sebelumnya (Kamis) atau sesudahnya (Sabtu). Seperti dipahami, para ulama menghukumi makruh bagi siapa pun yang hanya berpuasa pada hari Jumat saja.

Ketiga, sebagai langkah berhati-hati jika terjadi kekeliruan dalam penentuan hilal awal bulan. Jika berpuasa dua hari (Tasu’a dan Asyura), kita bisa tetap mendapatkan pahala berpuasa Asyura, sekalipun jika ada kesalahan penentuan dan penghitungan hilal.

Dari ketiga hikmah ini, hikmah pertama dianggap yang lebih kuat. Sebab Rasulullah ﷺ memerintahkan kita agar berperilaku atau melakukan sesuatu yang dapat membedakan kita dengan ibadahnya kaum Yahudi, termasuk dalam hal berpuasa Muharram di mana mereka terbiasa berpuasa pada hari kesepuluh saja.

Yuk, kita bersama niatkan untuk berpusa Tasu’a besok dan, lusanya, Asyura. Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulannya Allah (Muharram) ini. Aamiin. 

(Artikel ini akan dilanjutkan dengan artikel “Mengenal Puasa Asyura” yang insya Allah terbit besok) 

Referensi: Imam Nawawi, al-Majmu’ 6/382; Imam Syairazi, Muhadzdzab 1/340, Syaikh Syarwani dan Syaikh Ubbadi, Hasyiyah 3/456, pendapat Imam Nawawi dalam Kitab Majmu’nya 6/436 senada dengan Imam Syairazi dalam Kitab Muhadzdzab 1/342, Shahih Muslim, Syarah al-Nawawi, 7-8/254, Fathul Bari, 4/2445

###

*Ingin menulis untuk Kesan dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id. 

 **Bagi yang belum sempat mengisi Survei Berhadiah: Bantu KESAN Lebih BerKESAN, mohon kesediannya mengisi surveinya ya di: https://www.surveymonkey.com/r/Kesan1. Ada hadiahnya lho! Yuk bersama kita majukan aplikasi KESAN

***Jika konten atau artikel KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin.