Selasa, 10 September 2019 - Redaksi Kesan | Artikel

Tanya Kiai: Doa di Hari Asyura

Pertanyaan (dari Unie/Briliana): 

Salam dari dosen saya. Beliau adalah mualaf dan menyampaikan bahwa rugi besar kalau kita tidak download aplikasi ini. Beliau menyampaikan niatnya untuk puasa Asyura. Namun beliau ingin diberi pemahaman tentang doa-doa yang cocok diamalkan selama Asyura. Mohon penjelasannya.

Jawaban (Ustadz Abdul Walid):

Salam untuk Anda dan Dosen Anda.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang menanamkan niat baik dalam hati Anda dan Dosen Anda. Semoga Allah membimbing kita semua agar selalu istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.

Sahabat KESAN,

Setiap doa yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ dan para ulama penerus Nabi, insya Allah memiliki hikmah dan tertanam nilai kebaikan di dalamnya. Kita dianjurkan untuk selalu berdoa kepada Allah yang bisa kita baca kapan saja.

Tetapi ada pula doa yang spesifik kita baca pada waktu dan tempat tertentu. Karena memang ada waktu dan tempat tertentu yang Allah berikan keistimewaan padanya.

Salah satu waktu yang istimewa tersebut adalah bulan Muharram, terutama hari ke-10 (Asyura). Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Kitab Fath al-Baari Syarh Shahih al-Bukhari menganjurkan kepada kita semua untuk membaca doa khusus pada hari Asyura. Kalimat doa yang beliau ajarkan adalah:

سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ المِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ، وَالْحَمْدُ للهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ، وَاللهُ أكْبَرُ مِلْءَ المِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ، سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا، وَالْحَمْدُ للهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا ، واللهُ أكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا. أسْأَلُكَ السَّلاَمَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Maha suci Allah, sepenuh mizan (timbangan) dan sepanjang batas ilmu pengetahuan, serta sejumlah besar keridhaan, dan seindah dekorasi hiasan ‘arsy. Segala puji bagi Allah, sepenuh mizan (timbangan) dan sepanjang batas ilmu pengetahuan, serta sejumlah besar keridhaan, dan seindah dekorasi hiasan ‘arsy. Maha Besar Allah, sepenuh mizan (timbangan) dan sepanjang batas ilmu pengetahuan, serta sejumlah besar keridhaan, dan seindah dekorasi hiasan ‘arsy. Tidak ada tempat berlindung dan tempa yang aman dari (kehendak buruk) Allah kecuali kepada Allah sendiri. Maha suci Allah, dengan segenap dan sejumlah bilangan genap-ganjil. Dan sejumlah kalimat-kalimat (kekuasaan) Allah yang sempurna. Segala puji bagi Allah, dengan segenap dan sejumlah bilangan genap-ganjil. Dan sejumlah kalimat-kalimat (kekuasaan) Allah yang sempurna. Maha Besar Allah, dengan segenap dan sejumlah bilangan genap-ganjil. Dan sejumlah kalimat-kalimat (kekuasaan) Allah yang sempurna. Aku memohon keselamatan kepadamu (ya Allah) dengan rahmatmu wahai dzat yang paling belas kasih dari orang orang yang belas kasih. Tidak ada kekuatan untuk melakukan ibadah dan tidak ada kekuatan untuk meninggalkan maksiat kecuali kekuatan dari Allah. Semoga Allah memberikan rahmat kepada pemimpin kami Muhammad dan kepada keluarga dan sahabat-Nya, semuanya. Segala puji bagi Allah, pengatur alam semesta.

Doa ini begitu istimewa. Merujuk pendapat beliau, barang siapa yang membaca doa ini dengan penuh tawadhu’ (kerendahan hati kepada Allah) maka niscaya hatinya tidak akan pernah mati—selalu mengingat Allah. Insya Allah.

Bentuk amalan lainnya adalah berupa zikir:

حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Cukuplah Allah Pelindung kami, Dia sebaik-baik Wakil yang kami dambakan, dan Dia sebaik-baik Penolong yang kami harapkan.

Sayyid ‘Ali al-Ujhuriy mengajurkan kepada kita untuk membaca zikir ini sebanyak 70 kali pada hari Asyura. Dengan mengamalkannya, insya Allah, Allah akan menutupi (melindungi dan menjaga) kita dari kejelekan dan mara bahaya selama satu tahun penuh. 

Selain memperbanyak zikir dan doa di hari yang mulia ini, ada hadis yang menganjurkan kita untuk memperbanyak sedekah terutama terhadap keluarga:

مَنْ وَسَّعَ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ

Siapa yang bersedekah untuk dirinya dan keluarganya di hari Asyura, Allah akan meluaskan rezekinya di sepanjang tahun (HR. Tabarani dan Al-Bayhaqi).  

Sekalipun ada beberapa ulama yang berpendapat hadis ini lemah, Imam As-Suyuti dan Ibnu Hibban percaya bahwa hadis ini sahih atau hasan sehingga  patut diamalkan. 

Sufyan bin ‘Uyaynah, salah seorang Tabi’in bahkan mengatakan bahwa “kami mengamalkan [hadis] ini selama 50 tahun, dan kami tidak mendapatkan apapun kecuali kebaikan.” 

Sulayman Al-Jamal menganjurkan kita untuk “membelanjakan harta kita secara dermawan kepada anak-anak, keluarga, dan kerabat kita. Tidak lupa juga untuk bersedekah kepada orang-orang miskin. Bila kita tidak mampu melakukan yang demikian, setidaknya kita memperbaiki akhlak kita dan menghindari berlaku zalim.”  

Selamat berdoa dan meningkatkan amal ibadah di hari yang mulia ini. 

Wallahu a'lam bish-shawabi.

Referensi: Nihayah al-Zain Syarah Qurrat al-‘Ain 1/168, Lata’if al-Ma’arif hal. 64 

###

*Punya pertanyaan terkait Islam? Jangan ragu mengirimkannya kepada kami di salam@kesan.id. Insya Allah akan kami teruskan kepada para ustaz dan kiai untuk dicarikan jawabannya. Jawaban dari pertanyaan akan diterbitkan—pada umumnya—berdasarkan yang lebih dahulu masuk. 

**Bagi yang belum sempat mengisi Survei Berhadiah: Bantu KESAN Lebih BerKESAN, mohon kesediannya mengisi surveinya ya di: https://www.surveymonkey.com/r/Kesan1 . Ada hadiahnya lho! Yuk bersama kita majukan aplikasi KESAN

***Jika konten atau artikel KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin.