Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Selasa, 08 Juni 2021

8 Amalan Senilai Haji (Bagian Pertama)

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima. Bagi banyak orang di Indonesia, ibadah haji adalah impian mereka sejak lama. Pasalnya, naik haji tidaklah mudah, butuh kesiapan fisik, mental, serta finansial.  

Tak kalah penting, ingin berangkat haji juga tidak bisa instan. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, calon jamaah haji Indonesia harus menunggu cukup lama sejak mendaftar sampai gilirannya berangkat. Ada yang mengantri beberapa tahun, belasan tahun, sampai puluhan tahun sebelum naik haji.

Waktu menunggu dan usaha yang diperlukan ini sebanding dengan ganjaran yang disampaikan Rasulullah ﷺ untuk haji mabrur. Beliau ﷺ bersabda:

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ ‏

Tidak ada balasan untuk haji mabrur kecuali surga (HR. Bukhari no. 1773).

Sejak pandemi Covid-19 merebak di seluruh dunia, tahun ini banyak negara yang tidak memberangkatkan jamaah hajinya, termasuk Indonesia. Berita ini mungkin terdengar mengecewakan, terutama bagi yang sedang menunggu berangkat ke baitullah

Namun demikian, Rasulullah ﷺ mengajarkan amalan lain yang pahalanya bisa setara dengan pahala haji. Berikut amalan-amalannya: 

1. Berbakti kepada orang tua

Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, suatu hari seorang lelaki datang menemui Rasulullah ﷺ.

“Aku mendambakan untuk berjihad, tapi tidak mampu,” ucap lelaki tadi.

Rasulullah ﷺ bertanya, “Apakah salah satu orang tuamu masih hidup?”

“Ibuku,” jawab lelaki tadi. 

Lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

فأسأَلِ اللهَ في بِرِّها، فإذا فعَلْتَ فأنت حاجٌّ مُعْتَمِرٌ

Mintalah kepada Allah dengan berbakti kepada ibumu, jika engkau melakukannya (berbakti kepada orang tua), maka kamu seperti seorang yang haji dan umrah (lihat Az-Zawajir ‘an Iqtiraf Al-Kabair 2/74).

2. Berzikir setelah berjamaah Subuh sampai waktu dhuha

Salah satu kewajiban kita sebagai umat Islam adalah mendirikan shalat lima waktu. Meski begitu, ada yang merasa berat mendirikan shalat padahal punya cukup waktu. Shalat Subuh mungkin adalah shalat yang paling berat untuk dijalani.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى الْمُنَافِقِينَ مِنَ الْفَجْرِ وَالْعِشَاءِ

Tidak ada shalat yang paling berat bagi orang munafik kecuali Subuh dan Isya (HR. Bukhari no. 657).

Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ menjanjikan pahala besar bagi muslim yang shalat Subuh berjamaah lalu berzikir setelahnya sampai waktu dhuha. Beliau ﷺ bersabda:

مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ

Siapa yang shalat Subuh berjamaah lalu duduk berzikir kepada Allah sampai terbit matahari, lalu shalat dua rakaat (dhuha), maka baginya seperti pahala haji dan umrah (HR. Tirmidzi no. 971; Imam Tirmidzi menilai hadis ini hasan gharib).

3. Berjamaah lima waktu di masjid

Tidak banyak orang yang bisa istiqamah berjamaah di masjid. Padahal pahala shalat berjamaah serupa dengan pahala ibadah haji. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ

Siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk menunaikan shalat wajib (berjamaah di masjid), maka pahalanya seperti orang yang pergi haji (HR. Abu Dawud no. 558).

4. Mengikuti majelis ilmu di masjid

Jika masjid di dekat rumah kita mengadakan pengajian rutin, maka jangan ragu untuk menghadirinya. Sebab keutamaan belajar atau mengajar ilmu di masjid sebanding dengan pahala haji.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ غَدَا أَوْ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ لاَ يُرِيدُ غَيْرَهُ لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ لِيُعَلِّمَهُ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى بَيْتِهِ كَانَ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ رَجَعَ غَانِمًا 

Siapa yang pergi ke masjid tanpa niat ke tempat lain untuk belajar atau mengajarkan kebaikan, lalu ia pulang ke rumahnya, maka ia seperti mujahid di jalan Allah yang pulang dengan rampasan perang (HR. Malik no. 56).

Adapun pahala haji sendiri setara dengan jihad di jalan Allah. Sayyidah Aisyah ra. pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang alasan perempuan tidak diperintahkan berjihad, padahal itu adalah amal yang amat baik. Lalu beliau ﷺ bersabda:

لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ 

Jihad terbaik adalah haji yang mabrur (HR. Bukhari no. 2784).

(Bersambung ke artikel selanjutnya besok).

###

*Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan.

**Ingin menulis untuk KESAN dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id 

Bagikan artikel ini

Berita terkait