Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Kamis, 28 Oktober 2021

5 Pemuda/i Muslim Inspiratif Masa Kini

Sumpah Pemuda adalah titik balik terhadap pengakuan identitas kebangsaan. Pemuda, dengan semangat dan kegigihannya, berhasil menyerukan bahwa bangsa, negara, dan bahasa negeri ini adalah Indonesia.

Pada tanggal 28 Oktober ini kita memperingati semangat para pemuda, dan berusaha mencontoh mereka dengan aksi-aksi yang relevan untuk kemajuan agama, bangsa, dan negara Republik Indonesia.

Ada banyak pemuda-pemudi muslim yang unjuk aksi untuk memajukan peradaban dunia. Tidak terbatas pada ilmu keislaman saja, mereka menghasilkan banyak karya di bidang teknologi dan lainnya.

Berikut adalah beberapa pemuda muslim beserta karya-karya mereka yang bisa kita jadikan referensi untuk motivasi pemuda masa kini:

1. Muhammad Salah

https://www.brilio.net/olahraga/8-pesona-mohamed-salah-saat-di-luar-lapangan-baca-alquran-di-pesawat-180430g.html

Muhammad Salah adalah salah satu contoh pemuda yang mengharumkan nama agama dan negaranya di kancah olahraga. Ia seorang pemain sepak bola asal Mesir yang pernah bermain di Switzerland, Italia, dan Inggris.

Karir Muhammad Salah menanjak naik saat ia menjadi pemain Liverpool FC yang berhasil memecahkan banyak rekor. Ia juga berhasil memasukkan Mesir sebagai salah satu peserta Piala Dunia.

Bagi pemuda di Mesir, Salah lebih dari seorang pemain bola, tetapi role model ideal yang menginspirasi muslim untuk meraih mimpi mereka. Di balik kepopulerannya, Salah tidak melupakan kampung halamannya di Nagrig. 

Salah ikut membangun sekolah-sekolah, rumah sakit, sampai pembuangan limbah. Ia juga menyumbangkan £210.000 untuk Tahya Misr yang mendanai upaya pembangunan Mesir setelah pemberontakan tahun 2011.

Salah tidak hanya menyatukan pemuda muslim di Mesir, tapi berbagai penjuru dunia. Selama bertahun-tahun, orang-orang barat memberi stereotip negatif kepada pemuda muslim Timur Tengah, seperti teroris dan pengungsi.

Salah berperan besar dalam mengubah pandangan dunia terhadap muslim dan mengubah paradigma negatif tentang Islam yang seolah identik dengan kekerasan.

2. Khabib Nurmagomedov

https://rakyatku.com/read/122458/ini-momen-saat-khabib-menolak-disentuh-wanita-yang-ingin-berfoto

Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov adalah seorang mantan pegulat profesional MMA (Mixed Martial Artist) asal Rusia. Khabib adalah yang paling lama memegang gelar juara kelas ringan UFC sejak 2018-2020, dan juga dua kali juara dunia gulat Sambo.

Meskipun profesinya sebagai pegulat, Khabib bisa menjaga diri sebagai muslim yang taat dan tidak hidup dengan glamour, menjauhi tempat hiburan malam, tidak bermain perempuan, dan menolak minuman beralkohol.

Sebagai muslim, Khabib selalu bangga dengan agamanya dan tidak malu menunjukkan identitas keislamannya. Setiap merebut gelar juara, yang pertama ia ucapkan adalah, “Alhamdulillah.”

Dalam kanal resmi UFC, Khabib berkata, “Pertama yang harus saya katakan adalah Alhamdulillah. Tanpa Allah, kita ini bukan siapa-siapa. Tanpa Tuhan, kita tidak bisa mendapatkan apa-apa.”

3. Malala Yousuf Zai

https://www.kompas.com/global/image/2020/03/09/195546470/kutipan-tokoh-dunia-malala-yousafzai-pejuang-hak-perempuan?page=1

Malala Yousuf Zai adalah salah seorang aktivis sosial pendidikan yang memperjuangkan pendidikan untuk anak-anak di seluruh dunia, terutama di Pakistan. Suatu hari Malala ditembak oleh pasukan Taliban di bus sekolah karena mengajak kaum perempuan di wilayah Swat untuk sekolah.

Setelah Insiden itu, Malala pergi ke Inggris untuk pengobatan dan melanjutkan pendidikannya. Selama di Inggris, Malala masih memperjuangkan agar anak-anak di dunia dapat bersekolah. Gagasannya ini mendapat dukungan dari para petinggi. 

Puncaknya, Yousuf Zai mengajukan kampanyenya ke PBB dan ia pun menerima penghargaan Sakharov. Malala juga pernah menerima penghargaan Nobel Perdamaian di saat ia baru menginjak umur 17 tahun. Kini, Malala Yousuf Zai telah menyelesaikan pendidikannya di Oxford University, menulis banyak buku dan tulisan di berbagai media.

4. Dian Pelangi

https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20180925124757-25-34622/tembus-27-tahun-ini-kunci-di-balik-kesuksesan-dian-pelangi

Dian Pelangi adalah salah satu pelopor dunia fashion muslim Indonesia. Ia berhasil menggabungkan konsep modern dan keanggunan busana muslim.

Dian Pelangi mengenyam pendidikan di Ecole Superieur des Arts et Techniques de la Mode (ESMOD) Jakarta. Setelah itu, Dian membangun bisnis tekstilnya sendiri. 

Busana desainnya ditampilkan di The International Fair of Muslim World di Le Bourget, Paris, Prancis di tahun 2011. Karya Dian mulai memasuki pasar fashion Internasional. Busana rancangan Dian sendiri baru masuk Indonesia Fashion Week (IFW) tahun 2013.

Selanjutnya, Dian Pelangi juga sempat menulis buku tentang fashion. Ia juga mendirikan komunitas wanita berhijab bernama Hijab Community di tahun 2010. Komunitas ini menjadi wadah silaturahmi, beramal, dan tempat tutorial berhijab.

Kelebihan rancangan Dian Pelangi adalah desain yang beragam, berwarna, unik, santai, dan konsep yang modern. Busana rancangannya juga bersifat lebih universal, sehingga dapat dipakai oleh pelanggan yang tak berhijab.

5. K.H. Bahauddin Nur Salim

https://www.republika.co.id/berita/qy9jtr484/ceramah-gus-baha-sentil-sukarno-mega-dan-pdip-trending

K.H. Ahmad Bahauddin Nur Salim atau yang lebih akrab dikenal dengan Gus Baha adalah seorang kiai muda asal Rembang. Beliau salah seorang yang diakui Prof. Quraish Shihab sebagai ahli tafsir di Indonesia. 

Yang luar biasa adalah, kepakaran Gus Baha hanya didapatkan dari bangku pesantren dan bukan sekolah formal. 

Gus Baha saat ini menjadi Ketua Tim Lajnah Mushaf Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Beliau juga terdaftar dalam Dewan Tafsir Nasional bersama para Profesor dan Doktor ahli Al-Qur’an seluruh Indonesia. 

Alih-alih tenggelam dalam popularitas, Gus Baha memilih untuk terus menjadi Pengasuh Lembaga Pembinaan Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (LP3IA) Narukan menggantikan ayahnya, dan mengisi pengajian di Yogyakarta. 

Sahabat KESAN, mengabdi kepada tanah air adalah bagian dari naluri. Para pemuda terdahulu telah mengabdi pada negeri ini dengan mengusir penjajah. Bagi kita yang hidup di zaman kemerdekaan, mari kita pertahankan kemerdekaan ini dan mengisinya dengan karya-karya dan usaha terbaik kita. Semoga Allah membersamai perjuangan kita semua.

###

*Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan.

**Ingin menulis untuk KESAN dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id.

Bagikan artikel ini

Berita terkait