Minggu, 06 Oktober 2019 - Redaksi Kesan | Islam

Menjaga Wudhu

Ada orang-orang yang senantiasa menjaga wudhunya. Perbuatan ini tidak hanya mereka lakukan ketika mereka hendak salat atau tidur, tetapi juga setiap kali wudhu mereka batal, mereka langsung segera memperbaruinya. Tak peduli itu siang atau larut malam, mereka akan senantiasa berusaha untuk tetap dalam keadaan berwudhu. 

Ketika seorang alim bernama Al-Hushri terbangun dari tidurnya, ia pun langsung memperbarui wudhunya—sekalipun cuaca di luar begitu dingin bahkan bersalju.

Ia merasa tidak bisa tidur sebelum berwudhu kembali. Al-Hushri adalah salah seorang alim yang telah melatih dirinya untuk selalu menjaga wudhu.  

Mengapa demikian?

Salah satu alasannya adalah Al-Husri ingin—bila saja ajal tiba-tiba menjemput—dapat menghadap Allah dalam keadaan suci.

Kebiasaan menjaga wudhu ini bukan tanpa dalil. Bilal bin Rabah—salah seorang sahabat Nabi Muhammad ﷺ—adalah seorang yang senantiasa menjaga wudhunya. 

Ketika Nabi ﷺ bertanya kepada Bilal amalan apa yang rutin dilakukannya sehingga suara langkah Bilal terdengar di surga, Bilal menjawab bahwa ia senantiasa berwudhu. Dan tiap kali ia berwudhu baik siang maupun malam ia langsung mendirikan salat sunnah wudhu.  

Selanjutnya, Nabi Muhammad ﷺ pernah menjelaskan bahwa di Hari Kiamat nanti umatnya akan dikenali berdasarkan sisa air wudhu mereka yang menerangi wajahnya. Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ

Sesungguhnya di hari kiamat nanti umatku akan disebut "Al-Ghurr-ul-Muhajjalun" (yang bercahaya wajahnya) oleh sebab bekas wudhu mereka, maka barang siapa di antara kalian yang mampu memanjangkan cahayanya maka lakukanlah (dengan terus menjaga wudhu) (HR. Bukhari no. 136). 

Semoga kita semua termasuk dari dalam Al-Ghurr-ul- Muhajjalun yang senatiasa bercahaya di dunia ini dan di akhirat nanti. Aamiin. 

 ###

*Jika konten atau artikel KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kit a semua. Aamiin. 

**Ingin menulis untuk Kesan dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id