Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Rabu, 24 November 2021

7 Karakter Pewaris Surga Firdaus (II)

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang karakter penghuni surga Firdaus. Pada tulisan sebelumnya, penghuni surga Firdaus memiliki tujuh karakter mulia, tiga di antaranya adalah iman yang stabil, shalat yang khusyuk, dan menghindari perbuatan yang sia-sia. Berikut adalah 4 karakter pewaris surga Firdaus lainnya:

4. Menunaikan zakat

Zakat adalah salah satu rukun Islam. Berzakat membutuhkan harta. Oleh karena itu, seorang muslim harus berusaha mencari harta yang halal agar dapat beribadah lebih banyak dengan hartanya.

Dengan meniatkan bekerja untuk ibadah, maka pekerjaan mencari harta itu juga akan bernilai ibadah. Menunaikan zakat adalah karakter pewaris surga Firdaus. Allah berfirman:

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فَاعِلُوْنَ ۙ - ٤

Orang-orang yang menunaikan zakat (QS. Al-Mu'minun [23]: 4).

Menurut ulama tafsir Imam Ibnu Katsir, zakat ini dapat berarti zakat jiwa dan zakat harta. Orang mukmin yang sempurna adalah yang menunaikan zakat jiwa dan hartanya.

5. Menjaga kehormatan

Menjaga kehormatan berarti menghindari segala sesuatu yang dapat menurunkan kehormatan. Sikap ini mencerminkan ketinggian martabat seorang mukmin hingga dia layak berada di surga Firdaus. Allah berfirman:

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ ۙ - ٥ اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ - ٦ فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعٰدُوْنَ ۚ - ٧

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Sesungguhnya mereka tidak tercela (karena menggaulinya). Maka, siapa yang mencari (pelampiasan syahwat) selain itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (QS. Al-Mu’minun [23]: 5-7).

Ayat di atas menjelaskan zina sebagai salah satu perbuatan yang berpotensi merusak kehormatan seorang muslim. Saking berbahayanya, perbuatan zina termasuk dalam dosa besar yang dikenai had.

Allah sangat memahami manusia lebih dari manusia itu sendiri. Allah mengetahui bahwa manusia mempunyai kecondongan terhadap lawan jenis. Maka Allah memberikan jalan yang halal untuk melakukannya, yaitu pernikahan.

Jika seorang muslim melanggar batas-batas yang merusak kehormatannya, maka ia menjadi golongan orang-orang yang melampaui batas.

6. Menunaikan amanah

Menjaga dan menunaikan amanah adalah karakter penting yang harus dimiliki seorang hamba Allah sebagai makhluk sosial. Allah berfirman:

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ - ٨

(Sungguh beruntung pula) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka (QS. Al-Mu’minun [23]: 8).

Menepati janji dan amanah adalah kewajiban setiap muslim. Dalam surat An-Nisa’ Allah berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya.  (QS. An-Nisa’ [4]: 58).

Setiap orang memegang amanah, yaitu jasadnya. Allah memberikan manusia tubuh, akal, dan hati agar kita menggunakannya untuk ibadah kepada Allah. Allah akan meminta pertanggungjawaban untuk setiap anggota tubuh yang telah Dia titipkan.

Selain bersikap amanah terhadap diri sendiri, kita juga perlu bersikap amanah terhadap orang lain. Anak adalah amanah bagi orang tua, dan orang tua adalah amanah bagi anak. Istri adalah amanah bagi suaminya, begitu pula sebaliknya.

Sejak ruh ditiupkan dalam jasad, Allah telah mengambil janji dan sumpah dari kita. Hal ini tercantum dalam firman Allah:

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ - ١٧٢

(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini”(QS. Al-A’raf [7]: 172). 

Kesaksian kita ini juga akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

7. Memelihara shalat

Hanya orang-orang yang berusaha memelihara shalat yang akan mewarisi surga Firdaus. Allah berfirman:

وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ ۘ - ٩

Orang-orang yang memelihara salat mereka (QS. Al-Mu’minun [23]: 9).

Imam Suyuti menjelaskan bahwa makna memelihara shalat adalah menunaikannya tepat pada waktunya. Sementara itu, Prof. Dr. Quraish Shihab memaknai memelihara shalat dengan menjaga rukun dan syarat-syaratnya.

Sesudah menyebutkan semua karakter ini, Allah berfirman:

اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوَارِثُوْنَ ۙ - ١٠ الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ - ١١

Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) orang-orang yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya (QS. Al-Mu’minun [23]: 10-11).

Sahabat KESAN yang budiman, kita semua tentu ingin bertemu Rasulullah ﷺ di surga Firdaus (HR. Nasa’i no. 1844). Untuk itu, mari kita berusaha menjadi penghuni surga Firdaus dengan mengadopsi karakter-karakter di atas hingga kita dapat bertemu Rasulullah ﷺ kelak.

Rasulullah ﷺ menyarankan kita untuk berdoa agar masuk surga. Beliau bersabda, “Siapa yang meminta surga tiga kali, maka surga akan memohon kepada Allah, ‘Ya Allah, masukkanlah ia ke dalam surga’” (HR. Nasa’i no. 5521).

Oleh karena itu, mari kita berdoa agar Allah memasukkan kita ke surga Firdaus. Salah satu doa yang dapat kita amalkan adalah:

اللَّهُـمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْفِرْدَوْسَ الْأَعْلَى

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu (agar menjadi penghuni) surga Firdaus yang paling tinggi.

###

*Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan.

**Ingin menulis untuk KESAN dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id.

Bagikan artikel ini

Berita terkait