Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Jumat, 23 Juli 2021

Adab Rasulullah #21: Membuat Nyaman Orang Lain

Rasulullah ﷺ adalah sosok pemimpin yang dekat dengan umatnya. Meski memiliki kharisma yang menggetarkan hati, Rasulullah ﷺ bukanlah sosok yang sulit dijangkau oleh orang-orang. 

Beliau ﷺ membuka pintu rumahnya kepada siapa pun, dan menjalin komunikasi yang baik tanpa memandang kelas sosial. Dengan sikap itu, para sahabat merasa nyaman berada dekat dengan Rasulullah ﷺ, dan tidak segan-segan untuk menceritakan segala hal kepada beliau ﷺ.

Seorang sahabat bernama Jarir ra. bercerita bahwa setelah ia masuk Islam, Rasulullah ﷺ mudah untuk ditemui. Dan kapan pun beliau ﷺ melihat Jarir, Rasulullah ﷺ selalu tersenyum.

Suatu hari Jarir pernah mengeluh kepada Rasulullah ﷺ karena ia tidak bisa menunggang kuda dengan baik. Rasulullah ﷺ lantas menepuk dada Jarir dan mendoakannya:

اللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ وَاجْعَلْهُ هَادِيًا مَهْدِيًّا

Ya Allah, teguhkanlah dia, dan jadikanlah dia orang yang memberi dan mendapatkan petunjuk (HR. Bukhari no. 3035).

Setelah Rasulullah ﷺ mendoakannya, Jarir mampu menunggang kuda dengan baik, lalu ia menghancurkan berhala yang disebut Kakbah Yamaniyyah atas permintaan Rasulullah ﷺ bersama pasukan berkudanya.

Sejarawan muslim, Ibnu Sa’ad, menceritakan bagaimana sosok Rasulullah ﷺ saat bergaul dengan para sahabatnya. Ketika Rasulullah ﷺ bertemu dengan seseorang, maka beliau ﷺ tidak akan pergi sebelum orang itu meninggalkan beliau ﷺ lebih dulu. Dan ketika berjabat tangan, beliau ﷺ akan menunggu orang yang disalami melepas tangannya lebih dulu.

Sikap Rasulullah ﷺ yang berusaha membuat orang lain nyaman tidak hanya terbatas kepada para sahabat, tetapi juga kepada mereka yang belum beriman atau bahkan memusuhi beliau ﷺ.

Pada suatu hari, istri beliau ﷺ, Sayyidah Aisyah ra. kedatangan seorang tamu yang ingin menemui Rasulullah ﷺ di rumah. Dia adalah Uyainah yang berpura-pura memeluk Islam. 

Mendengar siapa yang datang, Rasulullah ﷺ berkata kepada istrinya bahwa tamunya itu bukan seorang yang baik. Namun, beliau ﷺ tetap menemuinya. Saat menjamu lelaki yang datang ke rumahnya itu, Rasulullah ﷺ berbicara dengan lembut dan ramah hingga tamunya pulang. 

Setelah sang tamu pergi, Aisyah bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah, saat engkau melihat orang itu, engkau bilang orang itu begini dan begitu. Namun setelah itu, engkau menyambutnya dengan wajah berseri-seri?”

Mendengar istrinya keheranan, Rasulullah ﷺ lalu menjawab:

يَا عَائِشَةُ مَتَى عَهِدْتِنِي فَحَّاشًا، إِنَّ شَرَّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ شَرِّهِ

Wahai Aisyah, kapan kamu pernah melihatku berkata-kata kasar? Sungguh, seburuk-buruk manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah mereka yang ditinggalkan orang-orang karena keburukannya (HR. Bukhari no. 6032).

Begitulah cara Rasulullah ﷺ mendakwahkan Islam. Sebagai seorang pemimpin umat, Rasulullah ﷺ menyadari bahwa beliau harus merangkul sebanyak mungkin orang untuk menjadi agen-agen dakwah Islam yang lain. Dan itu tidak mungkin terwujud jika Rasulullah ﷺ mengasingkan diri dari masyarakat. 

Rasulullah ﷺ adalah contoh sejati seorang pemimpin yang merakyat. Beliau ﷺ selalu mendahulukan kepentingan umatnya. Seperti keterangan dari Sahl bin Hunaif ra.:

كَانَ يَأْتِي ضُعَفَاءَ الْمُسْلِمِينَ، وَيَزُورُهُمْ، وَيَعُودُ مَرْضَاهُمْ، وَيَشْهَدُ جَنَائِزَهُمْ

Rasulullah mendatangi orang-orang muslim yang lemah, menjenguk mereka yang sakit,dan menyaksikan jenazah mereka (dikubur) (HR. Al-Hakim no. 506; Ibnu Hibban menilai hadis ini shahih). 

Sahabat KESAN yang budiman, Semoga kita bisa meneladani sikap beliau ﷺ, membuat orang-orang di sekitar kita nyaman dengan kehadiran kita, dan tidak membuat mereka menghindari kita karena merasa risih atau takut dengan kita.

###

*Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan.

**Ingin menulis untuk KESAN dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id.

Bagikan artikel ini

Berita terkait