Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Selasa, 20 Juli 2021

Ayam “Kurban” Sang Qadhi

Ibnu Muflih, seorang ulama mazhab Hanbali, menceritakan ada seorang laki-laki miskin terpilih sebagai qadhi (hakim) di negeri Ahwaz. Sang qadhi berniat untuk berkurban. Sayangnya, saat Idul Adha semakin dekat, sang qadhi belum punya cukup uang untuk berkurban kambing. Dia pun bercerita kepada sang istri.

Mendengar keluhan suaminya, sang istri berusaha menghiburnya, “Jangan bersedih suamiku, aku punya ayam yang sudah kupelihara sampai gemuk. Jika nanti Idul Adha datang, mari kita sembelih ayam ini.”

Hari Raya Kurban pun tiba. Sang qadhi masih belum bisa membeli hewan kurban. Mereka akhirnya sepakat untuk menyembelih ayam setelah melaksanakan shalat Idul Adha. Lalu berangkatlah sang qadhi ke masjid.

Tak lama kemudian, keributan terjadi di rumah sang qadhi. Si ayam “kurban” kabur dari kandangnya dan terbang ke atap-atap tetangga. Sang istri berusaha menangkap ayam kurbannya.

Para tetangga heran melihat istri sang qadhi mengejar-ngejar ayam. Tersebarlah kabar di antara tetangga bahwa sang qadhi tidak mempunyai hewan kurban.

Walaupun hidup sederhana, sang qadhi sesungguhnya tinggal di antara tetangga-tetangga yang hidup berkecukupan. Usai shalat Idul Adha, sang qadhi bergegas kembali ke rumah untuk menyembelih ayam “kurban”nya. Namun, betapa terkejutnya sang qadhi mendapati 30 ekor kambing di halaman rumahnya.

“Wahai istriku, dari mana semua kambing ini?” tanya sang qadhi masih tak percaya.

“Tadi tetangga-tetangga kita menghadiahkan kambing-kambing ini,” jawab sang istri sambil menyebutkan nama tetangganya satu persatu.

Sang qadhi menjawab, “Astaga, kita harus menjaga ayam ini baik-baik. Ishak putra Ibrahim as. saja hanya mendapat tebusan satu ekor kambing, tapi ayam kita mendapat tebusan sebanyak ini!”

Berkat niat tulus sang qadhi untuk berkurban dan uluran tangan dari tetangga-tetangganya, keluarga qadhi bisa menyembelih 30 kambing hari itu.

Selain bermanfaat untuk kebaikan diri sendiri, kurban juga erat kaitannya dengan kehidupan sosial umat Islam untuk saling berbagi, terutama dalam situasi pandemi seperti saat ini, di mana banyak warga Indonesia yang kesulitan secara ekonomi

Jika sahabat KESAN ingin berkurban, maka sahabat dapat menyalurkan kurban melalui kitabisa.com dengan mengklik tautan ini

Jika ingin berkurban dan belum bisa membeli secara tunai, sahabat juga bisa mencicil pembayaran kurban sesuai syariah bersama Amitra dengan mengklik tautan ini.

Atau bila sahabat ingin bersedekah daging (berbagi daging dengan kaum dhuafa), silakan klik tautan ini. Semoga amal ibadah kita semua diterima oleh Allah. Aamin.

Referensi: Ibnu Muflih; Al-Adab Asy-Syar’iyyah.

###

*Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan.

**Ingin menulis untuk KESAN dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id.

Bagikan artikel ini

Berita terkait