Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Rabu, 20 Januari 2021

Feed: 7 Ikhtiar Agar Doa Segera Dikabulkan

Sebagai orang beriman, kita meyakini bahwa Allah adalah Pemilik segala sesuatu. Ia mampu memberi dan tidak memberi apa pun kepada siapa pun yang dikehendaki. Sebagai seorang hamba, kita seyogianya selalu berharap agar Allah memberikan kita yang terbaik, dan harapan itu kita panjatkan melalui doa-doa. 

Meski kita telah berdoa, tak jarang kita bertanya-tanya mengapa Allah tak kunjung mengabulkan doa kita. Di sini, banyak hal yang tidak kita bisa pahami dari maksud Allah, tetapi Allah tetap menyuruh kita untuk selalu memohon pada-Nya.

Allah berfirman:

ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (QS. Gafir [40]: 60).

Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar doa yang kita panjatkan segera dikabulkan oleh Allah. Berikut ini adalah tujuh ikhtiar agar doa segera dikabulkan.

1. Allah yang pertama

Umumnya, ketika masalah datang pada diri kita, kita akan mencari bantuan orang lain untuk membantu memecahkannya. Hal itu terjadi begitu saja, seolah hal ini adalah sesuatu yang naluriah dari diri kita. 

Namun, alangkah baiknya ketika masalah apa pun menghampiri kita, yang kita tuju pertama kali adalah Allah. Benar bahwa manusia (mungkin) bisa membantu menyelesaikan masalah kita. Namun,  jika manusia saja memiliki potensi menyelesaikan masalah kita, maka tentu Allah pasti lebih bisa menyelesaikan setiap masalah makhluknya, termasuk masalah kita.

Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan kita agar kita senantiasa berdoa kepada Allah baik di kala senang maupun susah. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكُرَبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ

Barang siapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang (HR. Tirmidzi no. 3382).

Selain menjadikan Allah yang pertama, hendaknya ketika berdoa, kita memuji-muji Allah dengan puji-pujian yang baik.

Allah berfirman:

وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ

Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna (QS. Al-A’raf [7]: 180).

2. Doakanlah orang lain

Cara lain agar doa kita segera dikabulkan adalah dengan mendoakan orang lain. Dalam Islam, agar doa mudah dikabulkan, kita tidak hanya dianjurkan berdoa kepada Allah untuk diri kita sendiri, tapi kita dianjurkan juga agar mendoakan orang lain, khususnya sesama muslim.

Allah berfirman:

فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ ࣖ - ١٩

Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu (QS. Muhammad [47]: 19).

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata, “Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan” (HR. Muslim no. 2732).

Ulama Syafii Imam Nawawi menjelaskan hadis di atas, jika seandainya seseorang mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam, maka ia tetap mendapatkan keutamaan tersebut. Inilah kenapa, sebagian ulama salaf (ulama klasik) tatkala berdoa untuk diri mereka sendiri, mereka juga menyertakan saudaranya dalam doa tersebut, karena di samping doa itu akan terkabul, mereka juga akan mendapatkan sesuatu seperti yang didoakan. 

Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa Rasulullah ﷺ terlihat sedang bahagia sekali. Lantas Sayyidah Aisyah ra. meminta beliau ﷺ untuk mendoakannya. Seketika itu pula, Rasulullah ﷺ berdoa untuk istrinya: 

اللَّهُـمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنَبِهَا وَمَا تَأَخَّرَ، مَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ

Ya Allah, ampuni dosa-dosa Aisyah, yang dulu maupun yang akan datang, yang tersembunyi maupun yang tampak (HR. Ibnu Hibban no. 7111).

3. Mintalah orang lain agar mendoakanmu

Janganlah malu atau gengsi untuk meminta doa dari orang lain. Sebab doa orang lain adalah wasilah (sarana) agar sebuah doa cepat dikabulkan.

Rasulullah ﷺ menyebut bahwa ada tiga orang yang jika dimintai doa pasti dikabulkan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan: doa orang tua terhadap anaknya, doa seorang musafir, dan doa orang yang teraniaya (HR. Abu Dawud no. 1536).

4. Perbanyak doa sepanjang hari

Agar doa senantiasa mudah dan cepat dikabulkan, ada baiknya agar doa itu terus dipanjatkan sepanjang waktu dalam segala kondisi dan keadaan. Kita hendaknya istikamah berdoa kepada Allah baik di waktu siang maupun malam, lapang maupun sempit, susah maupun mudah, sedih maupun bahagia, kaya maupun miskin, dsb.

Allah berfirman:

وَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْۢبِهٖٓ اَوْ قَاعِدًا اَوْ قَاۤىِٕمًا ۚفَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهٗ مَرَّ كَاَنْ لَّمْ يَدْعُنَآ اِلٰى ضُرٍّ مَّسَّهٗۗ كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِيْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ - ١٢

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan (QS. Yunus [10]: 12).

Maka, alangkah baiknya jika seorang muslim selalu memanjatkan doa dalam kondisi sehat, bahagia, dan lapang sebelum kondisi yang seperti itu hilang.

Selain memperbanyak doa, hendaknya kita juga memanfaatkan waktu-waktu mustajab untuk berdoa.   

Rasulullah ﷺ bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَ

Rabb Tabaaraka wa Ta'ala kita turun di setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepada-Ku pasti Aku penuhi dan siapa yang memohon ampun kepadaKu pasti Aku ampuni” (HR. Bukhari no. 1145). 

Imam Syafii pernah berkata, “Doa di saat tahajud laksana anak panah yang tak pernah meleset dari sasarannya.”

5. Lakukanlah perbuatan baik

Melakukan perbuatan baik seperti sedekah, puasa, membaca Al-Qur’an akan mempercepat doa seorang hamba terkabul. Begitu pula mengajak orang berbuat baik dan mencegahnya berbuat dosa.

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ

Demi Zat yang jiwaku berada di tangannya, hendaknya kalian beramar ma'ruf dan nahi munkar atau jika tidak niscaya Allah akan mengirimkan siksa-Nya kepada kalian, kemudian kalian berdoa kepada-Nya tetapi doa kalian tidak lagi dikabulkan (HR. Tirmidzi no. 2169).

6. Jauhi dosa

Terlalu sering berbuat dosa akan membuat doa yang kita panjatkan sulit terkabul. Sebab dosa yang kita buat akan menjadi penghalang atau hijab doa kita sampai kepada Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

‏ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik) (HR. Muslim no 1015). 

Jika doa kita ingin dikabulkan, Rasulullah ﷺ juga mewanti-wanti agar kita tidak berbuat dosa dan mengkonsumsi hal-hal yang diharamkan. 

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

Kemudian Nabi ﷺ menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya? (HR. Muslim no. 1015).

Selain itu, jika doa kita ingin dikabulkan, redaksi doa kita pun jangan mengandung keburukan. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو، لَيْسَ بِإِثْمٍ وَلاَ بِقَطِيعَةِ رَحِمٍ، إِلاَّ أَعْطَاهُ إِحْدَى ثَلاَثٍ‏:‏ إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَدْفَعَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا، قَالَ‏:‏ إِذًا نُكْثِرُ، قَالَ‏:‏ اللَّهُ أَكْثَ

Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan sebuah doa yang tidak terkandung di dalamnya dosa dan pemutusan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikannya salah satu dari ketiga hal berikut: Allah akan mengabulkannya dengan segera, mengakhirkan untuknya di akhirat, atau memalingkannya dari keburukan yang semisalnya (Al-Adab Al-Mufrad no. 710).

7. Perbanyaklah bersyukur

Adapun cara yang ketujuh yang bisa dilakukan agar doa mudah dan segera dikabulkan adalah perbanyak bersyukur.

Allah berfirman:

لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ - ٧

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat (QS. Ibrahim [14]: 7).

Semoga Allah senantiasa mengabulkan doa-doa kita dan memberikan yang terbaik dari apa yang kita butuhkan. Aamiin. 

 ###

*Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua.Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan. 

**Ingin menulis untuk KESAN dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id 

Bagikan artikel ini

Berita terkait