Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Selasa, 01 Desember 2020

Feed: Adab Muslim Kepada Orang Sakit

Sahabat KESAN, pernahkah Sahabat merasakan sakit hingga tidak bisa keluar rumah? Bagaimana rasanya saat sedang sakit sendirian, kemudian tidak ada satu pun teman yang menengok ataupun menanyakan? 

Tentu kita akan merasa sangat sedih. Lalu bagaimana sebaiknya kita bersikap jika ada saudara kita yang sedang sakit? Berikut beberapa adab seorang muslim ketika mengetahui salah seorang saudaranya jatuh sakit. 

1. Mendoakannya

Hal paling mudah yang dapat dilakukan seorang muslim ketika mendengar saudaranya sakit adalah dengan mendoakannya. 

Rasulullah senantiasa membacakan doa berikut untuk para sahabat dan umatnya yang terkena penyakit: 

اللَّهُـمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Ya Allah, Wahai Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah dia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi (HR. Bukhari no. 5743).

Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ini kepada Anas bin Malik. Setelah itu, Anas mengajarkan doa ini kepada sahabat-sahabat lain yang mengeluhkan penyakit mereka atau minta diruqyah.

2. Menjenguknya

Hal selanjutnya yang dapat dilakukan seorang muslim kepada saudaranya yang sakit adalah menjenguknya. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

‏ مَنْ أَتَى أَخَاهُ الْمُسْلِمَ عَائِدًا مَشَى فِي خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ     ‏‏ 

Jika seseorang berkunjung kepada saudaranya yang muslim (yang sedang menderita sakit), maka seakan-akan dia berjalan-jalan di surga hingga duduk. Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan deras. Apabila dia berkunjung di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar mendapat rahmat hingga sore hari. Apabila dia berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar diberi rahmat hingga pagi hari (HR. Ibnu Majah no. 1442; hadis hasan sahih menurut Imam Ibnu Abdil Barr). 

Namun, lain soal apabila saudaranya menderita penyakit yang menular. 

Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa Sayyidah Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang wabah penyakit yang menular. Lantas Rasulullah ﷺ bersabda bahwa sejatinya penyakit adalah sesuatu yang dikirimkan oleh Allah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. 

Oleh sebab itu, orang yang terkena penyakit—khususnya penyakit yang menular dianjurkan agar senantiasa bersabar dan berdiam diri di rumah (Lihat HR. Bukhari no. 5734).

3. Tidak mengucilkan atau menghina 

Sudah jelas sekali sabda Rasulullah ﷺ bahwa sejatinya seorang yang terkena penyakit menular sebaiknya dia berdiam diri di rumah. Hal ini bukan berarti masyarakat yang berada di sekitarnya (tetangga) mengucilkan orang tersebut atau bahkan mengolok-olok dirinya. 

Pernah suatu ketika salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ Ibnu Mas’ud di olok-olok sebab fisiknya yang kurang sempurna (memiliki betis yang kecil). Ketika Ibnu Mas’ud tengah mengambil ranting untuk dijadikan siwak, angin berhembus dan menyingkap jubahnya hingga tampak betisnya, lalu para sahabat tertawa karena melihat betis Ibnu Mas’ud.

Melihat hal tersebut, Rasulullah ﷺ menegur para sahabat.

 “Apa yang membuat kalian tertawa?” tegur Rasulullah ﷺ. 

“Wahai Rasulullah ﷺ, kami menertawakan betisnya yang kecil,” ucap salah satu sahabat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُمَا أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ أُحُدٍ

Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betisnya lebih berat timbangannya dari gunung Uhud (HR. Ahmad no. 3792; Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa isnad hadis ini bagus dan kuat). 

4. Memberikan semangat

Hal lain yang bisa kita lakukan kepada saudara kita yang terkena musibah sakit adalah dengan memberinya semangat. Dengan memberikan semangat maka ia akan selalu berpikir positif dan terus berusaha serta berdoa untuk sembuh. Jangan sampai saudara kita yang sakit, malah terkena depresi pula oleh sebab ucapan kita yang negatif terhadap penyakitnya. 

Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa Rasulullah ﷺ tengah menjenguk orang Badui yang terkena penyakit demam. Ketika bertemu dengan si Badui, Rasulullah ﷺ selalu memberikan semangat. “Tidak apa-apa, InsyaAllah akan baik-baik saja,” ucap Rasulullah ﷺ dengan penuh senyum (Lihat HR. Bukhari no. 3616).

Di masa pandemi seperti saat ini, memberikan semangat kepada saudara yang sakit tentunya dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus bertatap muka. Salah satunya adalah menggunakan telepon dan media sosial.  

Bahkan Sahabat juga bisa memberikan semangat dalam bentuk bingkisan yang ditujukan ke alamat mereka yang menderita sakit. Tentunya mendapatkan bingkisan akan membuat saudara kita terhibur dan bisa sedikit melupakan sakit yang dideritanya. 

Sahabat KESAN yang budiman, penyakit merupakan suatu ujian dari Allah yang dapat terjadi pada siapa saja. Dan hal itu bukanlah aib. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya kita membantu meringankan beban saudara kita yang sakit. Mari kita doakan bersama agar Allah segera memberikan kesembuhan bagi mereka yang sakit. Aaamiin.

###

*Bantu kami lebih Ber-KESAN dengan mengisi survei di link ini. Ada hadiah menarik bagi Sahabat KESAN yang mengisi survei dengan lengkap dan kritik serta saran terbaik. Kami tunggu masukannya.

**Bagi Sahabat KESAN yang ingin membantu pesantren terbebas dari virus Covid-19, Sahabat bisa ikut berinfak melalui KESAN dengan klik link ini. Infak yang terkumpul akan digunakan untuk membeli alat rapid test dan disalurkan kepada pesantren-pesantren yang membutuhkan. Tidak ada infak yang terlalu kecil, berapa pun insyaAllah bermanfaat. 

***Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan. 

Bagikan artikel ini

Berita terkait