Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Selasa, 27 Oktober 2020

Feed: Habib Umar Bin Hafiz: Saat Rabiul Awal Tiba

Ketika bulan Rabiul Awal tiba, bukalah hatimu untuk menerima curahan ilahiyah dan mendekatkan diri kepada-Nya dan kekasih-Nya (Rasulullah ﷺ). Janganlah menempatkan sesuatu apa pun di hatimu melebihi diri-Nya. 

Kita tidak diperbolehkan untuk mencintai seseorang atau sesuatu, betapa pun (sesuatu) itu besarnya, melebihi kecintaan kita kepada-Nya. Semoga Allah tidak menghilangkan kebaikan apa pun dari-Nya karena maksiat yang kita lakukan.

Ini adalah bulan mulia, bulan di mana Rasulullah ﷺ dilahirkan, rahmat telah disempurnakan, dan bumi telah disinari (kemuliaan). Buatlah diri kita berada di antara orang-orang yang menyambut bulan ini dengan cara terbaik.

Abu Lahab saja bergembira atas kelahiran Nabi ﷺ, lantas apa yang menghalangi kita dari bergembira dan bersyukur atas kelahirannya? Bukankah dari dakwahnya yang mulia itu kita mengenal dan memeluk Islam? 

Adalah Imam Syafii yang berkata, “Tidak ada nikmat yang kita peroleh, baik lahir maupun batin, sehingga kita mendapatkan keuntungan dalam masalah agama dan dunia, atau dijauhkan dari hal buruk menyangkut kedua masalah tersebut atau salah satunya. Tidak ada nikmat tersebut kecuali Nabi Muhammad ﷺ adalah perantaranya” (Ar-Risalah, hal. 75).  

Bersihkan Hati

Carilah keberkahan spiritual dengan cara membersihkan hatimu. Buatlah majelis di rumahmu dengan tujuan mengingat Allah. Dan di dalamnya juga engkau isi dengan membaca sirah dan maulid Nabi ﷺ. 

Apakah kamu tidak merindukan cahaya kemurnian dan keindahan ini (Rasulullah ﷺ)? Apakah kamu merasa senang jauh darinya? Siapakah atau apakah yang membuat kita lalai dari berzikir kepada Allah, bershalawat kepada Rasulullah  ﷺ, dan mendoakan orang saleh dari rumah kita? 

Allah mengatakan kepada kita bahwa rumah yang dibacakan Al-Qur’an di dalamnya tampak bersinar di surga sebagaimana bintang yang tampak di bumi. 

Allah berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى - اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ 

dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (QS. An-Najm [53]: 3-4).

Dalam ayat lain Allah berfirman:

قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَۚ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَّا حُمِّلْتُمْۗ وَاِنْ تُطِيْعُوْهُ تَهْتَدُوْاۗ وَمَا عَلَى الرَّسُوْلِ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ - ٥٤

Katakanlah, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul (Muhammad) itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas” (QS. An-Nur [24]: 54).

Jika kamu menginginkan petunjuk kehidupan di dunia dan di akhirat, maka ikutilah kekasih Allah, manusia pilihan, Rasulullah ﷺ.

Ketakutan terbesar adalah ketika manusia berada di bawah panjinya (Rasulullah ﷺ), tapi kita justru memilih arah atau panji yang berlainan. Pada hari kebangkitan nanti, semuanya akan menjadi jelas bagi tiap-tiap manusia, bahwa yang berdaulat hanyalah Satu, dan Hakim hanyalah Satu (Allah).

Allah berfirman:

يَوْمَ هُمْ بَارِزُوْنَ ۚ لَا يَخْفٰى عَلَى اللّٰهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ ۗلِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ۗ لِلّٰهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ - ١٦

(yaitu) pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tidak sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. (Lalu Allah berfirman), “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan (QS. Gafir [40: 16).

Syafaat Rasulullah ﷺ

Jika dirimu tidak kenal dengan Rasulullah ﷺ pada hari ini, kelak pada hari itu  (hari diberikannya syafaat) setiap orang akan mengenalinya. Setiap orang akan menunduk rendahkan kepala kepadanya karena beliau ﷺ adalah manusia pilihan Allah.

Bukankah Rasulullah ﷺ sendiri pernah bersabda bahwa syafaatnya bukan hanya untuk orang bertakwa saja, tetapi juga bagi umatnya yang banyak berbuat dosa (HR. Ibnu Majah no. 4311 & Abu Dawud no. 4739). 

Bahkan lebih dari itu, syafaatnya juga untuk mengangkat umatnya yang masuk neraka kemudian ditempatkan di surga. 

يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنَ النَّارِ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ

Ada sekelompok kaum yang keluar dari neraka karena syafaat Muhammad ﷺ lantas mereka masuk surga (HR. Bukhari no. 6566). 

Sahabat Abu Hurairah ra. pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ  tentang siapa manusia yang paling beruntung dengan syafaatnya di hari Kiamat. Manusia yang paling beruntung di hari Kiamat, kata Rasulullah ﷺ, adalah “Manusia yang mengucapkan laa ilaaha illallaah dengan tulus dari lubuk hatinya” (HR. Bukhari no. 6570). 

Ya Allah, berilah kami niat yang tulus, bersihkanlah hati kami, dan kuatkanlah iman kami, selamatkanlah orang-orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah.

###

*Bagi Sahabat KESAN yang ingin membantu pesantren terbebas dari virus Covid-19, Sahabat bisa ikut berinfak melalui KESAN dengan klik link ini. Infak yang terkumpul akan digunakan untuk membeli alat rapid test dan disalurkan kepada pesantren-pesantren yang membutuhkan. Tidak ada infak yang terlalu kecil, berapa pun insyaAllah bermanfaat. 

**Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan

Bagikan artikel ini

Berita terkait