Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Rabu, 11 Desember 2019

Feed: Mengenal Ummul Mukminin: Sayyidah Aisyah

Aisyah namanya, putri dari Abu Bakar As-Shiddiq dan juga istri termuda Rasulullah ﷺ. Selain disebut ummul mukminin (ibunya orang-orang beriman) ia juga dikenal sebagai shiddiqa (perempuan yang jujur atau selaras antara yang dikatakan dan dikerjakan).

Rasulullah ﷺ sendiri sering memanggilnya dengan panggilan mesra—humaira (yang kemerah-merahan). Sebab pipi Aisyah berwarna putih kemerah-merahan. 

Aisyah dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang saleh lagi jujur. Ayahnya (Abu Bakar), Ibunya (Ummu Ruman), saudara laki-laki, dan dua saudara perempuannya juga merupakan sahabat dan pengikut setia Rasulullah ﷺ. 

Aisyah tumbuh di lingkungan keluarga intelektual. Ayahnya adalah seorang sarjana (ahli silsilah) di kalangan Quraish. Dan Aisyah sendiri memiliki kecerdasan dan ingatan yang sangat kuat. 

Ibnu Katsir, ahli Tafsir Al-Qur’an terkemuka, menggambarkan sosok Aisyah sebagai perempuan yang luar biasa. Ibnu Katsir mengatakan bahwa di negara mana pun (pada saat itu) tidak ada perempuan sehebat Aisyah dalam hal ingatan, pengetahuan, kefasihan berbicara, dan kecerdasan. 

“Beliau (Aisyah) melampaui semua perempuan dalam pengetahuan dan kebijaksanaan: beliau ahli dalam memahami fikih (hukum Islam), menghafal puisi, dan semua ilmu syariah (hukum Islam),” tutur Ibnu Katsir. 

Sementara Az-Dzahabi mengatakan, “Aisyah adalah perempuan yang paling jenius di antara perempuan pada masa itu. Tidak ada perempuan yang setara dengannya.”

Ilmu pengetahuan Islam pun berhutang budi pada Aisyah. Sebab dari beliaulah begitu banyak informasi terkait Nabi Muhammad ﷺ serta hadis Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Aisyah. 

Tak heran Aisyah menjadi perempuan yang paling banyak dalam meriwayatkan hadis. Secara keseluruhan, Aisyah menempati posisi keempat sebagai perawi hadis terbanyak dengan 2210 hadis. Hanya Abu Hurairah (5374 hadis), Ibnu Umar (2630 hadis), dan Anas bin Malik (2286 hadis), yang meriwayatkan lebih banyak hadis ketimbang Aisyah. 

Kecerdasannya yang luar biasa dan hafalannya yang kuat membuat Aisyah menjadi rujukan-rujukan para sahabat baik yang (relatif) senior maupun yang junior. Salah satu sahabat terkenal bernama Abu Musa Al-Asy'ari mengatakan bahwa “Setiap kali ia dan para sahabat lain mendapati kesulitan dalam memahami hadis, mereka akan menemui Aisyah, dan Aisyah selalu paham akan hadis yang dimaksud.” 

Manisnya Hubungan Aisyah dengan Rasulullah ﷺ 

Pernah suatu ketika Amr bin Ash bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang orang yang paling dicintainya. 

Beliau ﷺ menjawab “Aisyah” (HR. Bukhari, no. 4358 dan Muslim, no. 2384).

Dalam sebuah riwayat lain, Aisyah pernah mengungkapkan alasan Rasulullah menikahinya adalah 'karena mimpi'. Rasulullah pernah bermimpi didatangi malaikat membawa Aisyah dengan dibalut kain sutera. Malaikat tersebut mengatakan kepada Rasulullah bahwa "perempuan yang dibalut kain sutera tersebut adalah istrinya”. Mimpi Rasulullah tersebut berulang hingga tiga kali. 

“Jika mimpi ini dari Allah, tentu Dia akan mengabulkannya,” jawab Rasulullah merespons perkataan malaikat tersebut. Dan benar saja, akhirnya Allah mengabulkannya (HR. Bukhari no. 5078).

Sepeninggal Khadijah, Aisyah adalah istri Rasulullah ﷺ yang paling dekat dan sering berjumpa dengan Rasulullah ﷺ. Beliau mendampingi Rasulullah ﷺ pasca hijrah ke Madinah dan hampir di setiap peristiwa penting. Tak jarang  Aisyah juga ikut menemani Rasulullah ﷺ dalam ekspedisi dan pertempuran. 

Aisyah dan Rasulullah ﷺ sering bercanda selayaknya pasangan yang diliputi cinta kasih. Pernah pula Aisyah dan Rasulullah ﷺ berlomba lari hingga dua kali. Yang pertama, Aisyah yang menang, dan yang kedua, Rasulullah ﷺ yang menang. 

Ketika Rasulullah ﷺ sakit dan merasa bahwa ajal sudah dekat, beliau ﷺ meminta (secara implisit) untuk dipindahkan ke rumah Aisyah agar bisa lebih dekat dengan sang istri tercinta. Aisyah-lah yang mendampingi Rasulullah ﷺ serta merawat beliau ﷺ hingga akhir hayatnya ﷺ. 

Wanita yang Disalami Jibril 

Aisyah adalah satu-satunya istri yang menyaksikan wahyu turun mendatangi Rasulullah ﷺ di rumahnya. Beliau berjumpa dua kali dengan malaikat Jibril dalam rupa manusia, dan Jibril memberikan salam padanya.

###

*Jika konten atau artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan. 

**Ingin menulis untuk Kesan dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke [email protected] 

Bagikan artikel ini

Berita terkait