Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Rabu, 01 April 2020

Feed: Pemimpin Teladan di Kala Krisis

Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad ﷺ. Beliau juga adalah khalifah ketiga Islam, setelah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Khalifah Utsman adalah seorang pedagang yang kaya raya. Selain kaya raya, beliau juga dikenal sebagai seorang pemimpin yang dermawan.

Khalifah Utsman memimpin dari Kota Madinah, di semenanjung Arab. Daerah ini adalah salah satu daerah terkering di dunia dengan intensitas hujan yang rendah. Pernah suatu ketika, Madinah dilanda kekeringan parah hampir satu tahun lamanya. Masyarakat setempat mulai kehabisan stok makanan.

Di masa sulit itu, rakyat mendengar bahwa karavan dagang berjumlah 1.000 unta sedang dalam perjalanan menuju Madinah. Setiap unta membawa makanan dan barang-barang pokok yang dibutuhkan oleh rakyat Madinah.

Karena mengetahui bahwa karavan itu milik sang khalifah, serta melihat reputasi kedermawanan Khalifah Utsman yang luar biasa, mereka yakin bahwa sang Khalifah berkenan menjual makanan dan kebutuhan lain yang dibawa oleh karavan tersebut.

Namun demikian, beberapa saudagar di Madinah melihat ada peluang bisnis di kala krisis ini. Mereka kemudian menemui Khalifah Utsman untuk membeli barang-barangnya. Khalifah Utsman pun menyambut mereka dengan sopan, tapi sang khalifah tegas menolak tawaran mereka untuk membeli barang-barang tersebut. 

“Aku khawatir, aku tidak bisa berbisnis dengan kalian,” ucap Khalifah Utsman. “Sebab aku telah menerima tawaran yang lebih baik dari yang kalian tawarkan,” tegas sang Khalifah. 

Para saudagar tampak kecewa dan bingung. Mereka penasaran siapa yang telah melakukan penawaran yang lebih baik dari yang mereka tawarkan. Padahal mereka sudah menawar dengan harga yang amat tinggi.

“Siapa yang telah menawarkan harga yang lebih baik dari kami wahai khalifah?” tanya para saudagar Madinah.

“Aku telah menerima penawaran yang lebih baik dari Allah. Bukankah Allah telah berfirman bahwa siapa yang membagikan kekayaannya dan membantu orang-orang yang membutuhkan, maka Allah akan memberinya kembali sesuatu jauh yang lebih baik dari yang diberinya,” jawab Khalifah Utsman.

Tak lama kemudian, karavan sejumlah 1.000 unta pun tiba di Madinah. Seketika itu pula, sang Khalifah membagikan semua isi karavan kepada rakyat Madinah secara gratis dan tanpa pandang bulu. Mungkin di zaman now, total harga karavan tersebut mencapai puluhan bahkan ratusan miliar rupiah. 

Tidak hanya menyedekahkan semuanya, Khalifah Utsman juga ikut mendistribusikan barang-barang yang dibutuhkan kepada orang-orang lemah dan sakit yang tidak mampu untuk datang mengambil pemberian sang khalifah. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa semua rakyatnya menerima makanan dan barang-barang yang dibutuhkan.

Sahabat KESAN yang budiman, kecintaan sang khalifah pada rakyatnya adalah contoh teladan seorang pemimpin yang bisa ditiru oleh semua pemimpin Islam setelahnya. Ini adalah teladan baik bagi setiap pemimpin muslim, pengusaha, pedagang, dan masyarakat untuk saling membantu sama lain di saat krisis melanda.

Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda: 

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ فِي الدُّنْيَا يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ [...] وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Barang siapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan duniawi seorang muslim, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitannya di akhirat kelak. Barang siapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat. Dan Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya (HR. Tirmidzi no. 1930). 

Selain membantu sesama, poin yang tak kalah penting adalah agar kita tidak memanfaatkan momen krisis untuk kepentingan pribadi di atas kepentingan segenap umat dan rakyat. Misalnya, janganlah kita menaikkan harga tanpa alasan yang valid dan manusiawi (e.g., karena ingin untung besar) atau jangan pula menimbun barang-barang yang dibutuhkan. 

Di saat seperti ini, kita perlu memberikan perhatian lebih pada mereka yang membutuhkan, lemah, rentan terdampak krisis. Hal itu telah dicontohkan oleh pemimpin kita, Khalifah Utsman bin Affan, dalam melayani umat dan rakyatnya.

###

*Bagi sahabat KESAN yang ingin terlibat dalam solidaritas membantu warga yang terdampak dan rentan secara ekonomi akibat pandemi virus Covid-19, silakan klik di sini untuk berdonasi. Alhamdulillah saat ini telah terkumpul Rp 36.303.733 dari target Rp 50.000.000. Yuk kita bantu saudara-saudara kita. 

**Jika konten atau artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan. 

***Ingin menulis untuk Kesan dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id 

Bagikan artikel ini

Berita terkait