Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Jumat, 14 Februari 2020

Feed: Saat Rasul ﷺ Diprank

Artikel ini melanjutkan artikel sebelumnya yang menjelaskan tentang prank. Tujuan artikel berseri ini untuk mengetahui bagaimana status prank dalam Islam.

Membayar Madu yang Tidak Dipesan

Alkisah, suatu hari sahabat Rasulullah ﷺ, Nu’aiman pergi ke sebuah pasar di Madinah. Lalu ia membeli madu dari seorang pedagang di pasar. Ketika pesanan madu Nu’aiman telah selesai dibungkus, sang penjual berkata, “Ini madunya, silakan dibayar.”

Nu’aiman dengan tenang lantas menjawab, “Pergilah ke Rasulullah ﷺ dan bawalah madu itu untuk beliau ﷺ, jangan lupa juga engkau minta uang bayarannya pada beliau ﷺ.”

Mendengar hal itu, bergegaslah pedagang itu pergi menghadap Rasul ﷺ sambil membawa madu pesanan tadi. Sesampainya di hadapan Rasul ﷺ, pedagang itu segera menyerahkan madu tersebut.

“Ya Rasulullah ﷺ, ini madu pesananmu” kata pedagang tersebut.

Rasulullah ﷺ mengira bahwa itu adalah madu hadiah dari seseorang. Tapi kemudian pedagang itu berkata, “Ya Rasulullah ﷺ, bayarkan juga harganya.”

Segera Rasulullah ﷺ meminta seseorang untuk memanggil Nu’aiman. Ketika Nu’aiman telah sampai di hadapan Rasulullah ﷺ, si pedangan berujar, “Ya Rasulullah ﷺ, berikanlah madu itu pada pria ini (Nu’aiman).”

Rasulullah ﷺ terlihat diam sejenak, lalu berkata kepada Nu’aiman, “Aku kira madu ini adalah hadiah darimu?”

“Demi Allah ya Rasul ﷺ, aku tidak memiliki sepersen uang pun untuk membelinya, namun aku sangat ingin engkau memakannya (sebagai hadiah),” jawab Nu’aiman.

Mendengar hal itu Rasulullah ﷺ tertawa, beliau ﷺ pun membayar sejumlah uang kepada penjual madu tersebut.

Sahabat KESAN yang budiman, cerita di atas menjelaskan bagaimana dahulu Rasulullah ﷺ pernah diprank oleh sahabatnya Nu’aiman. Rasulullah ﷺ tidak marah, malah beliau ﷺ justru tertawa melihat tingkah lucu sahabatnya tersebut.

Ini menjelaskan pada kita, pada dasarnya bercanda dalam Islam sesungguhnya tidaklah dilarang, asal beradab dan tidak merugikan. Rasulullah ﷺ telah mencontohkannya melalui sikapnya di atas. Larangan atau keharaman terjadi apabila prank, lelucon, atau bercandaan yang dilakukan itu menimbulkan mudharat (kerugian materil ataupun moril) serta dilakukan pada waktu dan orang yang tidak tepat.

Referensi: Altabari, Muhammad. When God and Muhammad Laugh: A Collection of Jokes and Funny Stories of Prophet Muhammad and His Companions . Al Mizan Foundation. Kindle Edition.

###

*Jika konten atau artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan. 

**Ingin menulis untuk Kesan dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id 

Bagikan artikel ini

Berita terkait