Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Jumat, 30 Oktober 2020

Feed: Tanya Jawab Seputar Perayaan Maulid Nabi ﷺ

Berhubung ada beberapa pertanyaan yang masuk terkait perayaan maulid Nabi Muhammad ﷺ, Tim Redaksi KESAN merangkum pertanyaan tersebut dan menjawabnya berdasarkan jawaban dari para ulama besar zaman ini seperti Syeikh Abdullah bin Bayyah dan Syeikh Muhammad Al-Yaqoubi

Adakah bukti (dalil) untuk merayakan hari lahir Nabi dengan penghormatan? (Jawaban Syeikh Muhammad Al-Yaqoubi). 

Nabi Muhammad menghormati hari Senin dan merayakannya dengan berpuasa.  Sebab hari itu adalah hari kelahiran beliau . Abu Qatadah ra. meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ditanya mengapa Beliau berpuasa pada hari Senin, Beliau menjawab, “Itu adalah hari ketika aku lahir, dan hari di mana aku diutus sebagai utusan Allah atau di mana aku menerima wahyu” (HR. Muslim no. 1162).

Ini adalah bukti nyata bahwa menghormati hari lahir Nabi Muhammad memiliki rujukan (dalil agama), dan bahwa perayaan tersebut dianjurkan (misalnya) dengan mengadakan pertemuan (maulidan) dan mempelajari sirah beliau ﷺ. 

Sebab hal itu merupakan cara menghormati Rasulullah , meningkatkan kerinduan orang-orang kepada beliau , mendorong orang untuk mencintai beliau , serta merefleksikan karakter mulia yang dimiliki oleh beliau .

Apa yang dapat dilakukan ketika maulid? (Jawaban Syeikh Muhammad Al-Yaqoubi). 

Tentunya hal-hal yang diperbolehkan dalam Islam. Misalnya:

1. Membaca Al-Qur’an dan banyak mengingat Allah.  

2. Bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. 

مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا كَانَ تِرَةً عَلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tidaklah suatu kaum duduk bermajelis lalu mereka tidak berzikir kepada Allah dan bershalawat atas Nabi ﷺ di dalamnya, kecuali hal itu akan menjadi kerugian bagi mereka pada hari kiamat (HR. Ahmad no. 9854 & 9466, Tirmidzi no. 3380; hasan sahih menurut Imam Tirmidzi).

3. Mempelajari kisah hidup beliau yang penuh teladan. 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ - ٢١

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah (Al-Ahzab [33]:21). 

4. Membahas tentang ciri-ciri fisik serta sifat-sifat beliau ﷺ yang mulia. Misalnya, membahas Syamail Muhammadiyah karya Imam Tirmidzi yang menjelaskan dengan detail rupa dan sifat Nabi Muhammad ﷺ. 

5. Mendengarkan puisi yang memuji Nabi ﷺ. Ada beberapa sahabat yang ahli di bidang puisi dan menggunakan puisi untuk melindungi dan memuji Nabi ﷺ seperti Abdullah bin Rawahah, Ka’ab ibn Malik, Ka’ab bin Zuhair dan Hasan bin Tsabit. Sebagai contoh, Hasan bin Tsabit pernah berpuisi memuji Nabi ﷺ:

Tak pernah ada mata yang pernah melihat

Manusia setampan dirimu

Tak ada perempuan yang melahirkan

Manusia seelok rupamu

6. Mengungkapkan kegembiraan sebagai kecintaan kita kepada beliau . Semua ini merupakan satu bentuk ibadah dan bagian penting dari iman. 

كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَهْوَ آخِذٌ بِيَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ إِلاَّ مِنْ نَفْسِي‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ لاَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ ‏"‏‏.‏ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ فَإِنَّهُ الآنَ وَاللَّهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ نَفْسِي‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ الآنَ يَا عُمَرُ 

Kami pernah bersama Rasulullah ﷺ dan beliau ﷺ memegang tangan Umar bin Khattab. Lalu Umar berkata, “Ya Rasulullah ﷺ, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri.” Kemudian Rasulullah ﷺ berkata, “Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, (imanmu belum sempurna) hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Kemudian Umar berkata, “Sekarang, demi Allah, engkau (Rasulullah ﷺ) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Kemudian Rasulullah ﷺ berkata, “Saat ini pula wahai Umar (imanmu telah sempurna)” (HR. Bukhari no. 6632).

Apakah Nabi dan para sahabat melarang perayaan hari kelahirannya? (Jawaban Syeikh Muhammad Al-Yaqoubi). 

Yang pasti, tidak ada hadis spesifik yang melarang perayaan maulid Nabi Muhammad , dan tidak ditemukan adanya riwayat dari sahabat atau para ulama terdahulu yang menyatakan bahwa mereka melarangnya. 

Namun, perayaan maulid yang tidak terjadi pada masa Nabi Muhammad dan sahabat tidaklah bisa dijadikan bukti bahwa hal itu tidak diperbolehkan. Untuk membuktikan itu dilarang, seseorang harus membawa penjelasan dari Al-Qur’an, hadis atau pun ijtima’ (kesepakatan) ulama, yang membuktikan bahwa maulid Nabi tidak diperbolehkan.

Adakah di antara para ulama yang mengeluarkan fatwa tentang diperbolehkannya perayaan maulid? (Jawaban Syeikh Muhammad Al-Yaqoubi). 

Banyak sekali ulama lintas mazhab yang membolehkan perayaan maulid. Ulama-ulama tersebut di antaranya: Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, Imam As-Suyuti, Imam Ibnul Jauzi Al-Hanbali, Imam As-Sakhawi, Al-Hafidz Al-Iraqi, Imam Abu Syamah (guru Imam Nawawi), Ibnu Katsir, Zayn Al-Din Al-Irak, Ibnu Jazari, Ibnu Nasir Al-Din Al-Dimishqi, Al-Qastallani, Muhammad bin Alawi Al-Maliki, Syeikh Wahbah Az-Zuhaili, Syeikh Ali Jumah, Muhammad Tahir-ul-Qadri, dll. 

Ulama fikih Imam Suyuti dalam Al-Hawi Lil Fatāwi berkata, “Perayaan maulid adalah bid’ah yang baik serta berpahala, karena hal tersebut dilakukan untuk menghormati kedudukan Nabi ﷺ, mengungkapkan kegembiraan, dan mempelajari kelahiran yang beliau ﷺ yang penuh berkah.”

Mayoritas lembaga fatwa di negara-negara Islam juga mengeluarkan fatwa kebolehan perayaan maulid. 

Rasulullah ﷺ telah menjelaskan bahwa umatnya (maksudnya para ulamanya) tidak mungkin bersepakat dalam perbuatan haram. 

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَجْمَعُ أُمَّتِي - أَوْ قَالَ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم - عَلَى ضَلاَلَةٍ وَيَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ 

Sesungguhnya Allah tidak akan menyebabkan ummatku, atau beliau bersabda (keraguan dari perawi) ummat Muhammad ﷺ bersepakat dalam kesesatan, dan tangan Allah bersama Al-Jama'ah (HR. Tirmidzi no. 2167; diperkuat dengan hadis-hadis lainnya dan dinilai setidaknya hasan).

Mengapa ada perbedaan pendapat antara ulama terkait maulid? (Jawaban Syeikh Abdullah bin Bayyah). 

Perbedaan ini terjadi dalam memahami apa yang dimaksud dengan bid’ah. Sebagian ulama, terutama dari mazhab Syafii, menyatakan bahwa bid’ah itu setidaknya ada dua jenis. 

Imam Syafii berkata, "Bid’ah itu ada dua: mahmudah (terpuji) dan madzmumah (tercela)."  

Sebagaian ulama lain berpendapat bahwa setiap bid’ah itu buruk (tercela). 

Apakah maulid dapat dikatakan bid’ah yang buruk disebabkan tidak dilakukan oleh Nabi dan para sahabat? (Jawaban Syeikh Muhammad Al-Yaqoubi). 

Merayakan maulid dapat dikatakan bid’ah yang baik. Sejatinya Nabi Muhammad mendorong kebiasaan baru yang positif dan melarang kebiasaan baru yang negatif. 

Rasulullah bersabda: 

مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ 

Barangsiapa memperkenalkan amalan yang baik dalam Islam, akan diberi pahala untuk itu dan untuk setiap orang yang mempraktikkannya sampai Hari Penghakiman, dan siapa pun yang memulai amalan buruk, akan berdosa melakukannya dan dosa setiap orang yang melakukannya. mempraktekkannya sampai hari kiamat (HR. Muslim no. 1017). 

Sunnah adalah perbuatan Nabi yang dipraktikan oleh para pengikutnya. Hal tersebut dinilai positif jika memiliki rujukan yang jelas. Misalnya, perbuatan baik yang tidak dilakukan di zaman Nabi   adalah shalat tarawih berjamaah di belakang seorang imam tunggal. Shalat Tarawih full selama Ramadhan di belakang satu imam dimulai pada masa khalifah Umar bin Khattab ra, meskipun Nabi tidak melakukannya. 

Selanjutnya, membaca doa khatam Al-Qur’an pada shalat Tarawih di hari-hari terakhir Ramadhan (seperti yang lazim di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan masjid-masjid lain) juga tidak ada contohnya dari Nabi ﷺ dan para sahabat. Namun, hal itu bukan berarti bid’ah yang buruk. 

Di zaman Khalifah Utsman bin Affan, azan shalat Jumat dikumandangkan dua kali, sedangkan di zaman Nabi , Abu Bakar, dan Umar hanya satu kali. Tentu hal ini bukanlah bid’ah yang buruk karena melihat umat Islam sudah semakin banyak dan tempat tinggalnya berjauhan. Sehingga dibutuhkan satu azan lagi untuk memberi tahu bahwa shalat Jumat hendak dilaksanakan. 

Nah, kita tahu bahwa shalat Tarawih dan azan adalah bagian dari ibadah. Namun, hal ini tidak menghalangi Khalifah Umar dan Utsman memperkenalkan kebiasaan baru yang tidak bertentangan dalam Islam. 

Di Indonesia, misalnya, ada kotak amal di tengah masjid serta ada juga kotak amal yang umum diputar (didorong) ketika khutbah Jumat berlangsung sehingga memberi kesempatan bagi para jamaah untuk bersedekah. Hal ini tidak ada contohnya dari Nabi ﷺ dan para sahabat, tetapi bukan berarti dilarang. Ini adalah bagian dari membiasakan kebiasaan baik dalam ibadah serta bagian dari tolong-menolong dalam kebaikan (i.e., berinfak, memelihara masjid, dll.) Tentunya, masih ada segudang contoh dan praktek lain. 

Kapan perayaan maulid dimulai? (Jawaban Syeikh Muhammad Al-Yaqoubi). 

Perayaan maulid seperti yang dilakukan sekarang dimulai pada abad ke-6 H oleh muslim Sunni di kota Mosul (Irak). Saat itu, pada masa pemerintahan Sultan Nuruddin Zangi yang berperang melawan Tentara Salib. 

Demikianlah tanya jawab seputar perayaan maulid Nabi Muhammad . Semoga kita termasuk ke dalam umat Nabi Muhammad ﷺ yang mencintai beliau ﷺ dan memperingati hari kelahiran beliau ﷺ dengan bersuka cita dan melakukan hal-hal yang tentunya diperbolehkan dalam agama. 

###

*Bagi Sahabat KESAN yang ingin membantu pesantren terbebas dari virus Covid-19, Sahabat bisa ikut berinfak melalui KESAN dengan klik link ini. Infak yang terkumpul akan digunakan untuk membeli alat rapid test dan disalurkan kepada pesantren-pesantren yang membutuhkan. Tidak ada infak yang terlalu kecil, berapa pun insyaAllah bermanfaat. 

**Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan.

Bagikan artikel ini

Berita terkait