Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Minggu, 28 Februari 2021

Humor Sufi: Ampunan Tuhan

Suatu ketika ada tiga orang tamu datang dan bertanya kepada Nasruddin yang dikenal berilmu tapi suka nyeleneh. Ketiga tamu itu bertanya hal yang sama. 

“Manakah yang lebih baik, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?” tanya tamu pertama. 

“Orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil,” jawab Nasruddin. 

“Mengapa?” tanyanya lagi.

“Sebab lebih mudah baginya mendapat ampunan Allah,” kata Nasruddin. 

Tamu pertama puas karena ia memang yakin itulah jawaban yang benar. 

Lalu tamu kedua bertanya dengan pertanyaan yang sama. Namun, Nasruddin menjawab dengan jawaban yang berbeda.

“Orang yang tidak mengerjakan keduanya,” jawab Nasruddin. 

“Mengapa?” tanya orang kedua. 

“Dengan tidak mengerjakan keduanya, tentu tidak memerlukan pengampunan dari Allah,” kata Nasruddin. 

Tamu kedua pun bisa mencerna dan menerima jawaban Nasruddin. 

Tamu ketiga juga bertanya dengan pertanyaan yang sama. Namun, lagi-lagi Nasruddin menjawab dengan jawaban yang berbeda. 

“Orang yang pernah berdosa besar,” jawab Nasruddin. 

“Mengapa?” tanya tamu ketiga. 

“Sebab pengampunan Allah kepada hamba-Nya sebanding dengan besarnya dosa hamba itu jika dia betul-betul bertaubat. Dan betapa beruntungnya orang yang mendapat ampunan yang besar dari Allah,” jawab Nasruddin. 

Tamu ketiga pun menerima alasan Nasruddin. Kemudian ketiga orang itu pulang dengan perasaan puas. 

Bingung, seorang murid Nasruddin, yang sedari tadi mendengar percakapan gurunya dengan ketiga tamu yang datang, kemudian bertanya. 

“Mengapa sebuah pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban yang berbeda?" tanya sang murid. 

"Manusia dibagi tiga tingkatan. Tingkatan mata, tingkatan otak, dan tingkatan hati,” jawab Nasruddin.

“Apa tingkatan mata itu?” tanya murid Nasruddin. 

“Anak kecil yang melihat bintang di langit. la mengatakan bintang itu kecil karena ia hanya menggunakan mata,” jawab Nasruddin mengandaikan. 

“Lalu tingkatan otak?” tanya murid Nasruddin. 

“Orang pandai yang melihat bintang di langit. la mengatakan bintang itu besar karena ia berpengetahuan,” jawab Nasruddin. 

“Lalu apakah tingkatan hati itu?” tanya murid Nasruddin. 

“Orang pandai yang melihat “esensi” bintang di langit. la mengatakan bintang itu kecil walaupun ia tahu bintang itu besar. Karena bagi orang yang paham tidak ada satu pun yang besar jika dibandingkan dengan Ke-Maha Besar-an Allah,” jelas Nasruddin.

~ Allah berfirman, “Wahai anak cucu Adam, seandainya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh (sebesar) bumi kemudian kamu bertemu dengan-Ku dengan keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku membalasmu dengan ampunan sebesar bumi pula” (HR. Tirmidzi no. 3540). 

###

*Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan. 

**Ingin menulis untuk KESAN dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id 

 

Bagikan artikel ini

Berita terkait