Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Selasa, 23 Juli 2019

Kasih Rasulullah ﷺ Terhadap Anak

Hari ini, 23 Juli 2019, diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Salah satu pesan penting dari hari tersebut adalah setiap anak berhak mendapat perlakuan yang baik. Memperlakukan anak dengan baik bukanlah suatu konsep yang asing dalam agama Islam yang merupakan rahmat bagi semesta alam.

Terlebih lagi, Rasulullah ﷺ memberi banyak contoh bagaimana seorang muslim hendaknya memperlakukan anak-anak, yaitu dengan baik dan penuh cinta. Berikut beberapa kisah dan pelajaran yang dapat dipetik dari cara Rasulullah ﷺ memperlakukan anak-anak.

Jangan Ragu: Tunjukkan Cintamu

Rasulullah ﷺ tidak pernah ragu menunjukkan cinta dan kasih beliau kepada anak-anak—baik anak beliau sendiri, keluarga beliau, maupun anak-anak orang lain.

Sahabat Rasulullah ﷺ bernama Anas Ibnu Malik pernah mengatakan bahwa dirinya “tidak pernah melihat orang yang lebih sayang terhadap anak-anak melebihi Rasulullah ﷺ.”

Anas menceritakan bahwa putra Rasulullah yang bernama Ibrahim pernah disusui di suatu tempat bernama Iwal Madinah (daerah perbukitan yang letaknya sekitar 10 km dari masjid Nabawi). Anas menjelaskan Rasulullah ﷺ sering bolak-balik ke sana untuk menciumi dan menimang-nimang sang putra tercinta.

Terhadap keturunan beliau yang sudah dewasa pun, Rasulullah ﷺ selalu menunjukkan cinta beliau. Aisyah menceritakan bagaimana setiap kali putri Rasulullah ﷺ, Fatimah, datang menemui ayahnya, beliau ﷺ segera berdiri menyambut sang putri, kemudian menciumnya dan memegang tangannya serta menuntunnya untuk duduk di sebelah sang Rasul. Hal ini kadang membuat orang Arab di zaman itu geleng-geleng kepala oleh sebab perlakuan Rasulullah ﷺ yang begitu spesial (dan adil) terhadap anak perempuan yang (sering) dianggap tidak sebanding dengan anak laki-laki.

Terhadap cucunya yang bernama Hasan dan Husein, Rasulullah ﷺ pun tak ragu menunjukkan cintanya. Beliau kerap bermain dan menciumi keduanya di depan publik. Pernah suatu ketika, sekelompok Arab badui (yang biasanya terkenal keras) menemui Rasulullah ﷺ dan menyatakan keheranannya dengan kebiasaan menciumi anak sendiri.

“Apakah kamu menciumi anak-anakmu? Sungguh kami tidak menciumi mereka,” ujar salah satu Arab Badui kepada sang Rasul. Mendengar hal ini Rasulullah ﷺ berkata, “Bagaimana mungkin aku dapat menempatkan rasa cinta kasih di hati seseorang yang mana Allah telah cabut rasa cinta kasih itu dari dalam hatinya?”

Pernah juga di kesempatan lain sang Rasul mencium Hasan di depan Al-Aqra’ bin Haabis At-Tamimi. Al-Aqra’ kemudian berkata dengan nada membanggakan diri, “Sungguh aku memiliki 10 orang anak, tapi tak ada satu pun yang pernah kucium.”

Rasulullah ﷺ pun menegur Al-Aqra dan mengatakan, “Siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.” 

Bagaimana Terhadap Anak Orang Lain?

Rupanya Rasulullah ﷺ juga tak ragu menunjukkan dan menyatakan kasih beliau terhadap anak orang lain.

Ketika Rasulullah ﷺ pertama kali tiba di Madinah, sekelompok anak-anak memandangi beliau dengan penuh cinta dan bersenandung, “Talaal Badru Alaina”. Beliau pun langsung berbelok, menghampiri mereka, dan bertanya, “Apakah kalian mencintaiku?”

Sontak semuanya gembira didatangi, diperlakukan spesial, dan ditanya oleh sang Rasul. Mereka pun menjawab, “Iya, kami semua mencintaimu.”

Sang Rasul pun menjawab dengan tegas agar semua yang hadir dapat mendengar, “Sungguh, aku pun betul-betul mencintai kalian.”

Selanjutnya, Usamah bin Ziad bercerita bahwa ketika ia masih kecil Rasulullah ﷺ sering mendudukkan dirinya di satu paha beliau kemudian mendudukkan Hasan di atas pahanya yang lain. Sambil memeluk keduanya, sang Rasul sering berdoa, “Ya Allah! Cintailah kedua anak ini, karena aku mencintai keduanya.’’

Begitulah sedikit cerita tentang sayangnya Rasulullah ﷺ terhadap anak-anak. Sebagai umatnya, kita pun harus berupaya sekuat tenaga untuk meniru beliau.

Mari kita peluk, cium, dan sayangi anak-anak kita (atau orang tua kita). Perlakukanlah mereka dengan spesial dan penuh cinta. Setiap hari dan setiap saat. 

###

*Referensi: Al-Adab Al-Mufrad no. 90 & 376, HR. Bukhari no. 5997 & 3735, HR. Abu Dawud no. 5217, HR. Tirmidzi no. 3872

**Ingin menulis untuk Kesan dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id.

Bagikan artikel ini

Berita terkait