Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Kamis, 20 Januari 2022

Kisah Hikmah: Berprasangka Baik

Khalifah ke-10 Dinasti Abbasiyah, Al-Mutawakkil pernah berkata kepada orang-orang yang berada di majelisnya, “Kalian tahu apa yang membuat orang tidak suka kepada sahabat Utsman, sampai ada yang memberontak kepadanya?”

Orang-orang menggelengkan kepalanya. Lalu Al-Mutawakkil berkata, “Banyak sebab, antara lain sikap sahabat Utsman sendiri. Waktu Abu Bakar menggantikan Rasulullah ﷺ, bila berkhutbah di mimbar, beliau tidak berdiri di tempat Rasulullah ﷺ, tapi turun di bawahnya di tangga mimbar.

Begitu juga Umar, ketika beliau menggantikan Abu Bakar, beliau tidak berkhutbah di tempat berdiri Abu Bakar, tapi turun satu tingkat di bawahnya lagi. Sementara Utsman, ketika berkhutbah malah berdiri di atas, di tempat Rasulullah ﷺ berdiri!”

Secara implisit Al-Mutawakkil berprasangka bahwa Utsman merasa dirinya lebih baik daripada pendahulunya.  

Mendengar hal itu, seorang lelaki bernama Ubad yang ikut majelisnya berkomentar, “Nanti Anda yang akan kesulitan Amirul Mukminin, seandainya dulu sahabat Utsman mengikuti para pendahulunya, kemudian itu menjadi tradisi bila seorang khalifah berkhutbah harus berdiri setingkat di bawah pendahulunya, niscaya Anda akan berkhutbah di dalam sumur.”

~ Siapa yang menginginkan husnul khatimah, hendaklah ia selalu berprasangka baik kepada manusia (Imam Syafii).

Copyright © KESAN

Penulis: Agus Ghulam Ahmad

Editor: Rif’atul Mahmudah

###

*Suka dengan artikel ini? Ayo bagikan ke lebih banyak orang untuk menyebarkan manfaatnya. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua.

**Jangan lupa download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan.

***Jika punya tulisan menarik, silakan kirim tulisanmu ke salam@kesan.id. Akan kami kabari jika bagus untuk dimuat!

Bagikan artikel ini