Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Minggu, 06 September 2020

Kisah Hikmah: Hakikat Seorang Manusia

Dahulu ada seorang jenderal bernama Muhallab bin Mughirah sedang berjalan dengan sombong sambil membusungkan dada. Ia berjalan layaknya ia adalah pemilik bumi dan langit. 

Selain itu, ia juga mengenakan jubah panjang menjuntai menyapu tanah. Pada masa itu, orang yang memakai pakaian menyentuh tanah (umumnya) adalah orang yang ingin menunjukkan status sosialnya sebagai orang kaya atau berkuasa. 

Seorang ulama saleh Mutarrif bin Abdullah yang kebetulan berpapasan dengan Muhallab mencoba mengingatkan, “Cara berjalanmu tak disukai oleh Allah dan rasul-Nya.”

“Apakah kamu tidak tahu siapa aku?” sahut Muhallab dengan nada marah.

“Ya, tentu saja aku tahu betul siapa dirimu,” jawab Mutarrif santai.

Lalu Mutarrif melantunkan kalimat syair:  

أولك نطفة مذرة وآخرك جيفة قذرة وأنت بين ذلك حامل عذرة

Awalmu adalah setetes mani. Akhirmu adalah mayat yang membusuk. Sementara di antara kedua masa, kamu hidup membawa kotoran (di dalam perutmu). 

Mendengar pernyataan Mutarrif, Muhallab sadar bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa di dunia. Ia pun mengubah adab berjalannya. 

Seorang penyair masyhur Abu Muhammad 'Abdullah Ibn 'Abdullah Al-Bassami pernah bersyair tentang hakikat manusia: 

عجبت من معجب بصورته ..... وكان من قبل نطفة مذره

وفي غد بعد حسن صورته ..... يصير في الأرض جيفة قذره

وهو على عجبه ونخوته ..... ما بين ثوبيه يحمل العذره

Seseorang yang bangga dengan penampilan luarnya mengherankanku

Padahal tak lama sebelumnya ia hanyalah setetes air mani 

Besok, ketika parasnya yang rupawan memudar

Dia hanya akan menjadi mayat busuk di tanah 

Terlepas dari sifat angkuh dan sombongnya

Sejatinya dia membawa kotoran di antara pakaiannya.  

~ Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung (QS. Al-Isra [17]:37). 

###

*Bagi Sahabat KESAN yang ingin membantu pesantren terbebas dari virus Covid-19, Sahabat bisa ikut berinfak melalui KESAN dengan klik link ini. Infak yang terkumpul akan digunakan untuk membeli alat rapid test dan disalurkan kepada pesantren-pesantren yang membutuhkan. Tidak ada infak yang terlalu kecil, berapa pun insyaAllah bermanfaat. 

**Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan. 

Bagikan artikel ini

Berita terkait