Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Minggu, 14 Februari 2021

Kisah Hikmah: Kedermawanan Abu Bakar

Kala itu, seorang budak bernama Bilal bin Rabbah ra. tengah disiksa oleh majikannya, Umayyah bin Khalaf. Alasannya sederhana: Bilal tak sudi menyembah apa yang majikannya sembah—Latta, Uzza, Manat, dan ragam berhala lainnya. 

Bilal yang bertelanjang dada dicambuk oleh majikannya. Saat dicambuk, Bilal lirih dan konsisten berucap,  “Allah, Ahad." Mendengar budaknya menyatakan hal tersebut, Umayyah semakin emosi dan keras memecut Bilal.

Penyiksaan ini ditonton beramai-ramai. Dan para penonton dari Bani Jumah berseru agar Umayyah semakin kencang memecut Bilal. 

Tak lama, lewatlah Waraqah bin Naufal, paman Sayyidah Khadijah ra. Waraqah adalah seorang hanif (mempercayai agama Nabi Ibrahim) dan menolak menyembah berhala. 

Waraqah pun berkata pada Umayyah dan penonton yang senang melihat Bilal disiksa, “Aku bersumpah dengan nama Allah, jika kalian membunuh Bilal dalam keadaan seperti ini, pasti aku akan menjadikan tempat kematiannya sebagai tempat mencari keberkahan.” 

Umayyah dan kroninya tidak memedulikan ucapan Waraqah. Mereka terus saja “khusyuk” menyiksa Bilal. 

Beberapa lama  kemudian, datanglah Abu Bakar ra.

Tak tega melihat Bilal disiksa, Abu Bakar ra. langsung menegur Umayyah. 

“Tidakkah kamu takut kepada Allah, sehingga kamu tega menyiksa orang tak berdaya dan tak bisa menebus dirinya sampai ia sekarat?” tanya Abu Bakar ra.

Umayyah lalu berkilah, “Justru kamulah yang merusak orang ini (i.e., mengajak Bilal masuk Islam). Oleh karena itu, selamatkan dia kalau engkau sanggup.” 

Abu Bakar pun berkata, “Jika agamanya yang engkau permasalahkan, aku memiliki budak yang seiman denganmu. Bahkan dia lebih kokoh dan berbadan tegap. Maukah engkau menukarnya dengan Bilal?”

Umayyah tahu bahwa Abu Bakar ra. memang memiliki budak yang demikian. Naluri bisnis Umayyah pun mencium adanya peluang keuntungan. Dia pun berkata, “Baik, aku terima tawaranmu.” 

Singkat cerita, Abu Bakar ra. pun menukar budaknya dan selamatlah Bilal. 

Setelah itu, Abu Bakar ra. mengajak Bilal ke rumahnya untuk mengobati luka cambukan di sekujur tubuh Bilal. Abu Bakar ra. memberinya pakaian dan makanan yang layak. Selepas Bilal menyantap makanan, Abu Bakar ra. pun membebaskan Bilal. 

~Berilah makan kepada orang yang kelaparan, jenguklah orang sakit, dan bebaskanlah Al-‘Ani (budak atau tawanan) (HR. Bukhari no. 5373). 

Referensi: Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, hal. 239. 

 ###

*Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua.Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan. 

**Ingin menulis untuk KESAN dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id 

Bagikan artikel ini

Berita terkait