Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Minggu, 25 Oktober 2020

Kisah Hikmah: Menyebar Kebohongan

Suatu hari ada seorang pria di Kufah yang menyatakan kepada khalayak ramai bahwa Utsman bin Affan ra. adalah seorang Yahudi. Hal ini adalah sebuah kebohongan dan upaya mendiskreditkan Utsman bin Affan ra.

Mendengar pernyataan pria tadi, Imam Abu Hanifah mengunjungi pria tersebut. Dengan kecerdasan dan sikap bijaksana beliau berkata, “Aku memiliki seorang lelaki yang ingin meminang putri kesayanganmu.”

Mendengar ucapan Imam Abu Hanifah, pria tadi tampak bersemangat. Dirinya yakin bahwa lelaki yang akan dikenalkan oleh Imam Abu Hanifah tersebut sudah pasti lelaki yang saleh. 

“Siapa lelaki itu wahai imam?” tanya pria tersebut penuh semangat. 

“Dia adalah seorang lelaki yang kaya raya lagi murah hati. Selain itu, lelaki ini adalah seorang penghafal Al-Qur’an. Bahkan di setiap malam, lelaki ini senantiasa melaksanakan shalat Tahajud dengan rakaat yang tidak sedikit. Lalu dirinya sering kali menangis sebab betapa takutnya ia kepada Tuhannya,” jawab sang imam.

Mendengar penjelasan itu, pria tersebut berkata, “Betapa bangganya aku jika bisa memiliki menantu seperti yang engkau sebutkan tadi wahai imam.” 

“Namun, ada satu hal lagi yang belum aku ungkapkan tentang lelaki itu,” sahut Imam Abu Hanifah.

“Apa itu?” tanya pria tadi keheranan.

“Dia adalah seorang Yahudi,” ucap Imam Abu Hanifah sedikit berbisik. 

“Apakah dirimu ingin aku menikahkan putriku dengan seorang Yahudi wahai imam?” jawab pria tersebut dengan nada meninggi saking kagetnya.

“Engkau tidak mau melakukannya?” tanya Imam Abu Hanifah santai.

“Tentu saja, aku tidak akan pernah melakukannya sampai kapan pun,” tegas pria itu.

“Tetapi, Rasulullah ﷺ telah menikahkan putrinya dengan Utsman bin Affan, seorang yang kamu sebut sebagai Yahudi,” tegas Imam Abu Hanifah.

Mendengar penjelasan itu, pria yang menyebarkan hoaks bahwa Utsman adalah Yahudi langsung menyadari kekeliruannya. Ia pun memohon ampun kepada Allah, “Aku memohon ampun kepada Allah atas kebohonganku terhadap Utsman.”  

~Sungguh riba yang paling buruk adalah merusak kehormatan seorang muslim tanpa hak (HR. Abu Dawud no. 4876). 

###

*Bagi Sahabat KESAN yang ingin membantu pesantren terbebas dari virus Covid-19, Sahabat bisa ikut berinfak melalui KESAN dengan klik link ini. Infak yang terkumpul akan digunakan untuk membeli alat rapid test dan disalurkan kepada pesantren-pesantren yang membutuhkan. Tidak ada infak yang terlalu kecil, berapa pun insyaAllah bermanfaat. 

**Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan

Bagikan artikel ini

Berita terkait