Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Jumat, 28 Juni 2019

Mengamalkan Sebelum Menyeru

Hasan Al-Basri pernah menjadi imam yang paling berpengaruh di Kota Basrah. Selepas shalat Jumat seorang utusan para budak datang menemuinya. Selain mengeluh akan perlakuan semena-mena dari tuannya, sang utusan meminta agar sang imam berkhotbah Jumat tentang ganjaran membebaskan budak supaya para pemilik budak tergerak hatinya untuk memerdekakan mereka.

“InsyaAllah, akan aku lakukan itu,” janji sang imam.        

Pada khotbah Jumat berikutnya sang imam tidak menyinggung tentang kebaikan membebaskan budak. Begitu juga pada Jumat berikutnya, berikutnya, dan berikutnya. Para budak yang semakin cemas kembali mengutus seorang untuk mengingatkan sang imam akan janjinya.

Lagi-lagi sang imam berjanji, “InsyaAllah, akan aku lakukan itu.”

Beberapa bulan kemudian barulah sang imam memenuhi janjinya berkhotbah mengenai kebaikan memerdekakan budak. Ratusan pemilik budak pun sekonyong-konyong memerdekakan budak-budak mereka selepas mendengar seruan sang imam.

Setelah dibebaskan dari belenggu perbudakan mereka pun berterima kasih kepada sang imam sembari mempertanyakan alasan di balik penundaan khotbah yang dinanti-nantikan tersebut.

“Apa yang menyebabkanmu menunda-nunda janjimu hingga beberapa bulan?” tanya para budak.

“Pantaskah aku menyeru manusia pada suatu kebaikan yang aku sendiri belum melakukannya?” Hasan Al-Basri balik bertanya.

“Apa maksudmu wahai imam?” tanya para budak.

“Aku menunda khotbahku bukan karena aku lupa akan janjiku, melainkan aku harus mengumpulkan uang terlebih dulu agar aku dapat memerdekakan seorang budak sebelum aku menyeru manusia lain untuk melakukannya,” jelas sang imam.

Bagikan artikel ini

Berita terkait