Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Senin, 01 Maret 2021

Tanya Kiai: Cara Rasulullah ﷺ Mengetahui Tata Cara Shalat?

Pertanyaan (Samsudin, bukan nama sebenarnya):

Bagaimana cara Rasulullah ﷺ mengetahui tata cara shalat?

Jawaban (Kiai Muhammad Hamdi):

Ulama sepakat bahwa yang mengajarkan tata cara shalat kepada Rasulullah ﷺ adalah Malaikat Jibril. 

Ketika siang hari dari malam Isra Mi’raj, Malaikat Jibril mengimami Rasulullah ﷺ shalat 5 waktu di mulai dari shalat Zuhur selama dua hari. Di hari pertama, shalat dilakukan di awal waktu. Di hari kedua, shalat dilakukan di akhir waktu, kecuali shalat Maghrib yang dilakukan di waktu yang sama.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَمَّنِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ عِنْدَ الْبَيْتِ مَرَّتَيْنِ فَصَلَّى بِيَ الظُّهْرَ حِينَ زَالَتِ الشَّمْسُ وَكَانَتْ قَدْرَ الشِّرَاكِ وَصَلَّى بِيَ الْعَصْرَ حِينَ كَانَ ظِلُّهُ مِثْلَهُ وَصَلَّى بِيَ - يَعْنِي الْمَغْرِبَ - حِينَ أَفْطَرَ الصَّائِمُ وَصَلَّى بِيَ الْعِشَاءَ حِينَ غَابَ الشَّفَقُ وَصَلَّى بِيَ الْفَجْرَ حِينَ حَرُمَ الطَّعَامُ وَالشَّرَابُ عَلَى الصَّائِمِ فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ صَلَّى بِيَ الظُّهْرَ حِينَ كَانَ ظِلُّهُ مِثْلَهُ وَصَلَّى بِيَ الْعَصْرَ حِينَ كَانَ ظِلُّهُ مِثْلَيْهِ وَصَلَّى بِيَ الْمَغْرِبَ حِينَ أَفْطَرَ الصَّائِمُ وَصَلَّى بِيَ الْعِشَاءَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ وَصَلَّى بِيَ الْفَجْرَ فَأَسْفَرَ ثُمَّ الْتَفَتَ إِلَىَّ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ هَذَا وَقْتُ الأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِكَ وَالْوَقْتُ مَا بَيْنَ هَذَيْنِ الْوَقْتَيْنِ

Jibril mengimamiku di samping Baitullah dua kali. Lalu ia shalat Zuhur denganku ketika matahari tergelincir kira-kira seukuran tali sandal. Ia shalat Asar denganku ketika (panjang) bayangan suatu benda semisal dengannya. Ia shalat denganku yakni Maghrib ketika orang yang puasa berbuka. Ia shalat Isya’ denganku ketika mega terbenam. Ia shalat Fajar (Subuh) denganku ketika makanan dan minuman haram bagi orang yang berpuasa. Ketika keesokan harinya, ia shalat Zuhur denganku ketika bayangan suatu benda semisal dengannya. Ia shalat Asar denganku ketika (panjang) bayangan suatu benda dua kali dari benda tersebut. Ia shalat Maghrib denganku ketika orang yang puasa berbuka. Ia shalat Isya’ denganku sampai sepertiga malam. Ia shalat Fajar denganku lalu (pagi) menjadi terang. Kemudian ia menoleh kepadaku dan berkata, “Wahai Muhammad, ini adalah waktu para nabi sebelum engkau. Maka waktunya adalah di antara dua waktu ini” (HR. Abu Dawud no. 393; hadis sahih menurut  Al-Hakim). 

Imam Ibnu Katsir (w. 1372 M) dalam kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah juga mengatakan, bahwa tata cara shalat dan waktu-waktunya dijelaskan oleh Malaikat Jibril di siang hari pada hari yang sama dengan peristiwa Isra Mi’raj:

وَلَمَّا أَصْبَحَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ مِنْ صَبِيْحَةِ لَيْلَةِ الْإِسْرَاءِ جَاءَهُ جَبْرَائِيْلُ عِنْدَ الزَّوَالِ فَبَيَّنَ لَهُ كَيْفِيَّةَ الصَّلَاةِ وَأَوْقَاتَهَا، وَأَمَرَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ أَصْحَابَهُ فَاجْتَمَعُوْا وَصَلَّى بِهِ جَبْرَائِيْلُ فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ إِلَى الْغَدِ وَالْمُسْلِمُوْنَ يَأْتَمُّوْنَ بِالنَّبِيِّ ﷺ وَهُوَ يَقْتَدِيْ بِجَبْرَائِيْلَ.

Tatkala Rasulullah ﷺ berada di pagi hari dari malam Isra, maka Malaikat Jibril mendatangi beliau ﷺ ketika tergelincirnya matahari. Lalu Malaikat Jibril menjelaskan kepada beliau ﷺ cara shalat dan waktu-waktunya. Rasulullah ﷺ memerintahkan para Sahabat, maka mereka berkumpul dan Malaikat Jibril shalat (menjadi imam) dengan beliau ﷺ di hari itu sampai esok harinya. Kaum muslimin bermakmum pada Nabi ﷺ sedangkan beliau ﷺ mengikuti Malaikat Jibril.

Ulama nusantara Syeikh Nawawi Al-Bantani (w. 1897 M), berpendapat bahwa shalat yang pertama kali diajarkan oleh Malaikat Jibril adalah shalat Zuhur di pagi hari pada hari yang sama dengan peristiwa malam Isra’. Secara bahasa, Zuhur artinya jelas atau nampak, karena shalat Zuhur adalah shalat yang pertama kali tampak dalam Islam. Beliau menjelaskan bahwa alasan belum diwajibkannya shalat Subuh pada hari itu adalah tata cara shalat pertama kali yang diajarkan oleh malaikat Jibril pada saat shalat Zuhur di hari sebelum peristiwa Isra Miraj. 

Ulama besar dari kalangan tabi’in Imam Hasan Al-Bashri (w. 728 M), berpendapat bahwa shalat dalam keadaan tidak sedang berpergian ketika pertama kali difardukan adalah empat rakaat (Zuhur, Ashar, dan Isya), sebagaimana disebutkan dalam hadis mursal (hilang). 

Bahwa Zuhur empat rakaat, Asar empat rakaat, Maghrib tiga rakaat, Isya’ empat rakaat. Dan beliau ﷺ membaca dengan bacaan yang keras (jahr) di dua rakaat pertamanya. Lalu Subuh dua rakaat di mana beliau ﷺ membaca dengan bacaan yang keras (jahr) di keduanya.

Murid Imam Ahmad bin Hanbal, Syeikh Abu Ishaq Al-Harbi (w. 898 M) berpendapat bahwa shalat sebelum peristiwa Isra Mi’raj adalah dua rakaat sebelum terbit matahari dan dua rakaat sebelum terbenamnya matahari. Ulama tafsir terkemuka Syeikh Yahya bin Sallam (w. 815 M), juga berpendapat demikian.

Tidak disebutkan secara jelas mengenai kapan Malaikat Jibril mengajarkan tata cara shalat kepada Rasulullah ﷺ selain saat sebelum peristiwa Isra Mi’raj. Oleh sebab itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa kewajiban shalat dimulai setelah Isra Mi’raj.

Dalam kitab Sirah Nabawiyah Syeikh Ibnu Hisyam menuliskan:

قَالَ ابْنُ إسْحَاقَ: وَحَدَّثَنِي بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ الصَّلَاةَ حِينَ اُفْتُرِضَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَتَاهُ جِبْرِيلُ وَهُوَ بِأَعْلَى مَكَّةَ، فَهَمَزَ لَهُ بِعَقِبِهِ فِي نَاحِيَةِ الْوَادِي، فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ عَيْنٌ، فَتَوَضَّأَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ إلَيْهِ، لِيُرِيَهُ كَيْفَ الطُّهُورُ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ تَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا رَأَى جِبْرِيلَ تَوَضَّأَ، ثُمَّ قَامَ بِهِ جِبْرِيلُ فَصَلَّى بِهِ، وَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَلَاتِهِ، ثُمَّ انْصَرف جِبْرِيل عَلَيْهِ السَّلَام.

Ibnu Ishaq berkata, sebagian ahli ilmu menceritakan kepadaku bahwa ketika shalat difardukan atas Rasulullah ﷺ, maka Jibril mendatangi beliau ﷺ di dataran tinggi Mekah. Lalu ia mendorong dengan tumitnya di sisi jurang, maka mata air terpancar darinya. Lalu Jibril berwudhu, sedangkan Rasulullah ﷺ melihatnya untuk memperlihatkan kepada beliau ﷺ bagaimana bersuci untuk shalat. Lalu Rasulullah ﷺ berwudhu sebagaimana beliau ﷺ melihat Jibril berwudhu. Lalu Jibril berdiri dengan beliau ﷺ dan shalat. Rasulullah ﷺ shalat dengan shalatnya. Lalu Jibril pergi.

Kesimpulan

Sahabat KESAN yang budiman, semua ulama sepakat bahwa pertama kali Rasulullah ﷺ mengetahui tata cara shalat melalui malaikat Jibril. Bahkan, malaikat Jibril juga mengajarkan tata cara berwudhu sebelum shalat kepada Rasulullah ﷺ. Terkait dengan kewajiban shalat, mayoritas ulama berpendapat bahwa shalat difardukan atas Rasulullah ﷺ setelah peristiwa Isra Mi’raj. 

Referensi: Fath Al-Bari; Ibn Hajar Al-Asqalani; As-Sirah An-Nabawiyah; Ibn Hisyam; Al-Majmu’; An-Nawawi; Al-Bidayah wa An-Nihayah; Ibn Katsir.

###

*Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan. 

**Punya pertanyaan terkait Islam? Silakan kirim pertanyaanmu ke salam@kesan.id 

Bagikan artikel ini

Berita terkait