Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Jumat, 05 Juli 2019

Tanya Kiai: Malas Salat Jumat, Bagaimana Hukumnya?

Pertanyaan: Teman saya malas salat Jumat karena harus berjamaah dan lebih memilih salat Zuhur sendirian karena lebih nyaman, bagaimana hukumnya?

Jawaban: Tidak diperbolehkan untuk meninggalkan salat Jumat secara sengaja atau karena malas. Ibnu Qayyim berpendapat bahwa meninggalkan salat Jumat tanpa alasan adalah salah satu dosa besar.

Adapun alasan yang diperbolehkan misalnya seperti kalau ia sakit, sudah terlampau tua dan tidak bisa bergerak, sedang dalam perjalanan, atau alasan lain yang kuat.

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahaya meninggalkan salat Jumat terhadap hati seseorang:

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ

Hendaknya orang yang suka meninggalkan (salat) Jumat itu menghentikan kebiasaan buruknya, atau Allah akan mengunci hatinya, kemudian dia menjadi orang yang lalai (HR. Muslim no. 865).

Meninggalkan satu kali salat Jumat saja dilarang apalagi berkali-kali.

مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Siapa yang meninggalkan 3 kali (salat) Jumat karena meremehkan, maka Allah akan mengunci hatinya (HR. Abu Dawud no. 1052). 

Imam Nawawi menjelaskan ada dua pendapat para ulama terkait “Allah akan mengunci hatinya.” Pertama, hatinya menjadi kebal hidayah dan dari semua kebaikan. Kedua, hatinya menjadi jauh dari Islam dan ia pun dianggap sebagai munafik.

Terkait opini kedua, ada hadis yang mendukung hal ini,

مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعاتٍ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ كُتِبَ مِنَ الْمنَافِقِيْنَ

Siapa yang meninggalkan 3 kali salat Jumat tanpa uzur maka dia ditetapkan sebagai bagian dari kaum munafik (HR. Thabrani).  

Berdasarkan dalil-dalil ini, jelas bahwa meninggalkan salat Jumat tanpa alasan adalah perbuatan yang amat buruk dan harus dihindari. Malas atau tidak nyaman bukanlah alasan untuk meninggalkan salat Jumat. 

Kepada teman Anda, sebaiknya diingatkan secara baik-baik dengan dalil-dalil ini. Selain itu, dapat juga disampaikan ucapan Ibnu Qudamah terkait hal ini:

"Hendaknya ia mengingat berbagai karunia yang telah Allah berikan kepadanya. Allah menciptakannya sebagai seorang Muslim, memberinya kemampuan untuk menghadiri salat Jumat, dan membantunya dalam berbagai hal. Oleh karenanya, sudah sepantasnya ia tidak lalai dalam memenuhi kewajibannya terhadap Allah." 

Wallahu a'lam bish-shawabi.

Dijawab berdasarkan Khutbah Jumat Syekh Abdullah Al-Khidar, Imam Masjid At-Taqwa, Monterey, California.

Bagikan artikel ini

Berita terkait