Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Kamis, 29 September 2022

Tanya Nyai: Batas Akhir Waktu Shalat?

Pertanyaan (Linda, bukan nama sebenarnya):

Saya pernah mendengar bahwa waktu Isya batas akhirnya adalah sebelum masuk waktu Subuh. Tapi saya juga pernah mendengar waktu Isya habis setelah tengah malam. Bagaimana batasan waktu awal dan akhir tiap shalat?

Jawaban (Ustadzah Karisma Ekhsan Biyan Pratama)

Sebelum memulai penjelasan secara mendetail mengenai rincian waktu shalat fardu, perlu diketahui bahwa menyegerakan shalat di awal waktu adalah lebih utama.

Suatu kali, Rasulullah bertanya kepada Sahabat Abu Dzar ra., "Apa yang akan kamu lakukan jika kamu bersama pemimpin yang mengakhirkan shalat dari waktunya?"

Abu Dzar menjawab, "Apa yang seharusnya aku lalukan wahai Rasulullah?"

Rasulullah menjawab:

صَلِّ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا، فَإِنْ أَدْرَكْتَهَا مَعَهُمْ، فَصَلِّ، فَإِنَّهَا لَكَ نَافِلَةٌ

Shalatlah pada waktunya saat kamu bersama mereka, jika mereka menunaikan shalat berjamaah maka shalatlah lagi bersama mereka, maka ia (shalat kedua) menjadi nafilah (tambahan pahala) untukmu (HR. Muslim no. 1027).

Imam Nawawi, ahli fikih mazhab Syafii menjelaskan, hadis di atas berisi anjuran untuk shalat di awal waktu. Jika imam mengakhirkan shalat, maka hendaknya kita shalat sendirian di awal waktu.

Kemudian, jika imam tersebut mendirikan shalat berjamaah maka dianjurkan ikut shalat. Dengan demikian, kita menggabungkan dua pahala, pahala shalat di awal waktu dan pahala shalat berjamaah.

Namun, jika harus memilih salah satu, pendapat yang rajih (dikuatkan) dalam mazhab Syafii adalah tetap menunggu imam mendirikan shalat berjamaah, selama ia tidak berlebihan dalam mengakhirkan shalat dari waktu utama.

Waktu-waktu shalat fardu

Rasulullah ﷺ menjelaskan dalam sebuah riwayat mengenai waktu masuk dan berakhirnya shalat fardu secara umum. Beliau bersabda, "Jibril as. pernah mengimamiku dua kali di Baitullah."

"Ia menunaikan shalat Zuhur yang pertama saat bayangan benda seperti tali sandal. Lalu ia mendirikan shalat Ashar saat benda sejajar dengan bayangannya. Kemudian ia shalat Magrib saat matahari terbenam dan orang berbuka puasa. Kemudian ia menunaikan shalat Isya saat mega merah menghilang. Setelah itu, ia shalat fajar (Subuh) ketika fajar terbit dan seketika makan menjadi haram bagi yang berpuasa."

"Kemudian ia shalat Zuhur kedua kalinya saat bayangan benda seperti aslinya persis saat waktu shalat Ashar kemarin. Lalu ia shalat Ashar saat bayangan benda sepanjang dua kali aslinya. Kemudian ia shalat Magrib sama seperti hari kemarin. Dan ia menunaikan shalat Isya setelah lewat sepertiga malam. Kemudian ia shalat Subuh saat matahari bersinar kuning menyinari bumi."

"Ia kemudian menoleh kepadaku dan berkata, 'Wahai Muhammad! Ini adalah waktu para nabi sebelummu. Dan waktu shalat adalah di antara dua waktu ini'” (HR. Tirmidzi no. 149).

Berdasarkan hadis di atas, ulama mazhab Syafii membagi waktu shalat fardu secara umum menjadi beberapa hukum:

1. Waktu utama (fadhilah): yaitu bersegera menunaikan shalat setelah masuk waktunya.

2. Waktu pilihan (ikhtiyar): waktu pilihan untuk menunaikan shalat setelah berlalunya waktu fadhilah.

3. Waktu boleh (jawaz) tanpa “tidak disukai” (karahah): Waktu setelah berlalunya waktu pilihan.

4. Waktu boleh (jawaz) disertai “tidak disukai” (karahah): waktu mendekati akhir batas shalat dan bisa melakukan shalat hingga selesai.

5. Waktu haram: waktu yang melampaui batas shalat, tidak cukup menunaikan shalat secara sempurna karena sudah masuk waktu berikutnya. Pengertian ini berlaku untuk semua waktu haram shalat.

6. Waktu uzur (mempunyai hajat): seperti saat sakit atau saat safar.

7. Waktu darurat: waktu yang mendekati batas akhir shalat dan hanya cukup untuk takbiratul ihram saja, yaitu bagi orang yang baru hilang penghalang shalatnya seperti perempuan haid dan nifas setelah bersuci dan hendak shalat.

Pembagian lima waktu shalat fardu secara detail

Berikut adalah pembagian waktu shalat tiap shalat fardu:

Waktu Subuh: dimulai dari hingga terbitnya matahari. 

1. Waktu fadhilah: munculnya fajar shadiq.

2. Waktu Ikhtiyar: sejak waktu fadhilah berlalu hingga terlihat mega kuning.

3. Waktu jawaz tanpa karahah: dari mega kuning hingga terlihat mega merah.

4. Waktu jawaz disertai karahah: sejak munculnya mega merah hingga mendekati waktu akhir dan cukup untuk melaksanakan shalat dengan sempurna.

Waktu Zuhur: dimulai dari setelah waktu zawal (tergelincirnya) matahari ke barat saat tengah hari hingga panjang bayangan seperti benda. 

1. Waktu fadhilah: waktu zawal (tergelincirnya) matahari ke barat saat tengah hari.

2. Waktu Ikhtiyar: sejak waktu fadhilah berlalu hingga bayangan sama seperti benda.

3. Waktu jawaz tanpa karahah: sejak waktu pilihan berlalu hingga mendekati akhir batas waktu dan cukup untuk mendirikan shalat.

4. Waktu uzur: waktu ashar bagi mereka yang menjamak ta’khir shalat Zuhur.

Waktu Ashar: dimulai saat bayangan benda lebih panjang dari aslinya hingga terbenamnya matahari secara sempurna.

1. Waktu fadhilah: saat bayangan benda lebih panjang dari aslinya. 

2. Waktu Ikhtiyar: sejak waktu fadhilah berlalu hingga bayangan benda panjang dua kali dari aslinya.

3. Waktu jawaz tanpa karahah: sejak waktu pilihan berlalu hingga langit menguning.

4. Waktu jawaz disertai karahah: sejak langit menguning sampai mendekati waktu akhir dan cukup untuk melaksanakan shalat dengan sempurna.

5. Waktu uzur: waktu Zuhur bagi mereka yang menjamak taqdim shalat Ashar.

Waktu Magrib: dimulai dari tenggelamnya matahari secara sempurna hingga hilangnya mega merah. 

1. Waktu fadhilah: tenggelamnya matahari secara sempurna.

2. Waktu Ikhtiyar: sama seperti waktu fadhilah.

3. Waktu jawaz tanpa karahah: sama seperti waktu fadhilah.

4. Waktu jawaz disertai karahah: sejak berakhirnya waktu ikhtiyar hingga mendekati waktu akhir dan cukup untuk melaksanakan shalat dengan sempurna.

5. Waktu uzur: waktu Isya bagi mereka yang menjamak ta’khir shalat Magrib.

Waktu Isya: dimulai dari hilangnya mega merah hingga terbitnya fajar shadiq. 

1. Waktu fadhilah: hilangnya mega merah.

2. Waktu Ikhtiyar: sejak waktu fadhilah berlalu hingga 1/3 malam.

3. Waktu jawaz tanpa karahah: sejak 1/3 malam hingga munculnya fajar kazib (cahaya zodiak) atau fajar sebelum fajar shadiq.

4. Waktu jawaz disertai karahah: sejak munculnya fajar kazib hingga mendekati waktu akhir dan cukup untuk melaksanakan shalat dengan sempurna.

5. Waktu uzur: waktu magrib bagi mereka yang menjamak taqdim shalat Isya.

Kendati demikian, mengenai masalah akhir atau batas waktu shalat Isya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Ulama mazhab Maliki dan Hanbali berpendapat bahwa batas shalat isya adalah di sepertiga malam.

Sementara itu, ulama yang berpendapat batas akhirnya di pertengahan malam adalah Imam Sufyan At-Tsauri, Imam Ibnul Mubarak, Ishaq Abu Tsaur, dan Imam Syafii dalam pendapat lamanya (qaul qadim).

Kesimpulan

Waktu yang paling dianjurkan untuk shalat adalah di awal waktu sejak masuknya waktu shalat.

Terdapat kelonggaran waktu untuk menunaikan shalat fardu. Namun, seorang muslim yang mengakhirkan waktu shalat dari waktu yang dianjurkan wajib hukumnya berazam dalam hati bahwa mereka akan melakukan shalat.

Hal ini sebagai antisipasi jika ajal mendahului mereka dan belum sempat menunaikan shalat, mereka tidak tercatat bermaksiat meninggalkan shalat.

Ulama berbeda pendapat mengenai batas akhir waktu shalat Isya, ulama mazhab Hanbali dan Maliki berpendapat bahwa batas akhir waktu isya adalah sepertiga malam.

Imam Sufyan At-Tsauri dan qaul qadim Imam Syafii berpendapat bahwa batas akhirnya adalah pertengahan malam. Sedangkan mazhab Hanafi dan Syafii menilai batas akhirnya adalah waktu fajar shadiq.

Wallahu a'lam bi ash-shawabi.

Referensi: Sahih Muslim, Sunan Tirmidzi, Syarh Sahih Muslim lil Imam An-Nawawi, Fathul Mu’in Syarh Qurrotil ‘Ain bi Muhimmatid Din li Syaikh Zainiddin Al-Malibari, At-Taqrirat As-Sadidah lil Habib Hasan ibn Muhammad Al-Kaff, Al-Imta’ bi Syarh Matn Abi Syuja li Syeikh Hisyam Kamil.

Copyright © KESAN

Editor: Nizar Malisi & Rif'atul Mahmudah

###

*Suka dengan artikel ini? Ayo bagikan ke lebih banyak orang untuk menyebarkan manfaatnya. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua.

**Jangan lupa download atau update aplikasi KESAN sekarang! Gratis, lengkap, dan bebas iklan.

***Jika punya tulisan menarik, silakan kirim tulisanmu ke [email protected]. Akan kami kabari jika bagus untuk dimuat!

Bagikan artikel ini

Berita terkait