Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Senin, 26 September 2022

Tanya Nyai: Ibu Tiri Istri Termasuk Mahram?

Pertanyaan (Dalina, bukan nama sebenarnya):

Saya memiliki seorang istri yang ayahnya punya dua istri. Pertanyaan saya, apakah saya mahram dengan istri kedua dari bapak mertua saya?

Jawaban (Ustadzah Nurun Sariyah):

Ikatan mahram dalam hal masa berlakunya dibagi menjadi dua; pertama, ada yang berlaku selamanya (‘ala at-ta’bid), sehingga sampai kapan pun mereka tetap dilarang menikah. Kedua, yang berlaku sementara saja sehingga suatu saat dapat dinikahi ketika sebab mahramnya telah hilang.

ikatan mahram ini dapat terjadi dengan tiga sebab, yaitu sebab kekerabatan, perkawinan, dan persusuan. Ikatan mahram sebab perkawinan dalam fikih disebut dengan istilah mushaharah

Al-Qur’an menyebutkan tentang orang-orang yang termasuk dalam lingkup mahram dalam firman-Nya:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْٓ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَاُمَّهٰتُ نِسَاۤىِٕكُمْ وَرَبَاۤىِٕبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّۖ فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ ۖ وَحَلَاۤىِٕلُ اَبْنَاۤىِٕكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْۙ وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ۔

Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perempuanmu, ibu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu istri-istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum bercampur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), tidak berdosa bagimu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan pula) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. An-Nisa [4]: 23).

Syekh Abdurrahman Al-Jaziri menyatakan bahwa mahram mushaharah berakibat pada empat status, yakni istrinya anak alias menantu perempuan, anak perempuannya istri alias anak perempuan tiri, istrinya bapak alias ibu tiri, ibunya istri alias mertua perempuan.

Status mahram seorang menantu dan anak tiri sama dengan anak kandung, dan status mahram orang tua tiri serta mertua sama dengan orang tua kandung.

Tidak ada perselisihan di kalangan ulama bahwa menantu, ibu tiri, dan mertua tidak sah untuk dinikahi. Oleh karena itu, seorang bapak dilarang menikahi perempuan yang menjadi mahram putranya, cucunya, dan keturunannya. Seorang anak juga dilarang menikahi perempuan yang menjadi mahram bapaknya, kakeknya, dan leluhurnya.

Kesimpulan

Sahabat KESAN yang budiman, berdasarkan ayat di atas dapat dipahami bahwa ibu mertua adalah mahram bagi menantu laki-lakinya. Dan para ulama fikih sepakat bahwa kedudukan istri bapak sama dengan kemahraman ibu mertua, ini berlaku jika si lelaki adalah anak kandung si bapak.

Sementara pada kasus pertanyaan di atas, si lelaki bukanlah anak kandung si bapak melainkan menantu atau suami dari putri kandungnya. Jadi, yang berlaku adalah ikatan mahram dengan ibu kandungnya istri saja, bukan istri dari bapaknya istri (ibu tiri). 

Dengan demikian, tidak ada ikatan mahram dalam hubungan antara si lelaki selaku dengan istri dari bapak mertuanya sebab istri bapak yang dapat menimbulkan ikatan kemahraman adalah istri dari bapak kandung.

Wallahu a’lam bi ash-shawabi

Referensi: ‘Abd Ar-Rahman Al-Jaziri; Al-Fiqh ‘ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, ِAbu Al-Hasan Al-Mawardi; Al-Hawi Al-Kabir, Ibn Qudamah; Al-Mughni.

###

*Kamu punya pertanyaan lain seputar agama Islam yang mau dibahas lengkap? Coba share di kolom komentar ya, atau hubungi kami di sini: [email protected].

**Kalau kamu suka artikel di aplikasi KESAN, jangan lupa share ya! Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN sekarang! 

Bagikan artikel ini

Berita terkait