Berita KESAN

  • Redaksi Kesan
  • Artikel
  • Senin, 18 Januari 2021

Tanya Nyai: Parfum Bagi Perempuan?

Pertanyaan (Firza, bukan nama sebenarnya):

Bagaimana hukumnya memakai parfum di luar rumah (misalnya ke kantor) bagi perempuan? 

Jawaban (Ustadzah Nurun Sariyah, S.H.):

Parfum atau wewangian memang disukai oleh semua orang, termasuk Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

حُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا النِّسَاءُ وَالطِّيبُ، وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ

Dijadikan kesenangan bagiku dari dunia ini berupa wanita-wanita dan wewangian. Dan dijadikan penyejuk hatiku di dalam shalat (HR. Nasa’i no. 8836; menurut Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-’Asqalani isnad hadis ini hasan).

Sebagai makhluk yang identik dengan keindahan, perempuan pada umumnya memiliki ketertarikan terhadap parfum. Ketertarikan ini kemudian diatur oleh syariat agar perempuan yang menggunakan wewangian terhindar dari fitnah. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

طِيبُ الرِّجَالِ مَا ظَهَرَ رِيحُهُ وَخَفِيَ لَوْنُهُ، وَطِيبُ النِّسَاءِ مَا ظَهَرَ لَوْنُهُ وَخَفِيَ رِيحُهُ

Wewangian untuk para lelaki adalah yang tercium jelas aromanya dan ringan warnanya, dan wewangian untuk para perempuan adalah yang tampak warnanya dan ringan aromanya (HR. Nasa’i no. 5118; hadis sahih menurut Imam Suyuthi). 

Dalam penggunaannya di luar rumah, seorang perempuan tidak boleh sengaja menggunakan parfum dengan tujuan menyebarkan aromanya agar tercium para lelaki yang bukan mahramnya.

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

Siapa pun perempuan yang (sengaja) menggunakan parfum kemudian melewati sekumpulan orang agar mereka dapat mencium aromanya maka perempuan tersebut bagaikan seorang pezina (HR. Nasa’i no. 5126; hadis ini dan yang serupa dinilai sahih oleh Imam Suyuthi).

Maksud hadis di atas adalah tidak sepantasanya seorang perempuan memiliki niatan untuk menarik perhatian lelaki yang bukan mahramnya ketika mengenakan parfum. 

Ulama mazhab Syafii Imam Al-Munawi menjelaskan kata ‘pezina’ sebagai kiasan. Maksudnya, perempuan tersebut sengaja memicu atensi dan keinginan dari laki-laki dengan penggunaan parfum yang berlebihan. Dan laki-laki yang tadinya tidak memandangi perempuan itu atau memiliki keinginan apa pun, setelah mencium bau wangi, langsung memandangi dan memiliki ketertarikan. 

Sahabat KESAN yang budiman, dari keterangan di atas dapat kita pahami bahwa menggunakan wewangian adalah sesuatu yang disukai Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, sunnah hukumnya menggunakan wewangian baik bagi lelaki maupun perempuan. 

Hanya saja saat di luar rumah (di kantor, misalnya), jenis parfum perempuan terbatas pada yang berwarna dan beraroma ringan saja dikarenakan perempuan dilarang menarik perhatian publik termasuk dengan wewangian yang kuat.

Namun, ketika di dalam rumah, perempuan bebas menggunakan parfum apa pun, baik yang aromanya kuat maupun yang ringan karena tidak adanya larangan mengenai hal tersebut. 

Bahkan menggunakan parfum beraroma kuat lebih dianjurkan bagi seorang istri. Seperti yang kita tahu, seorang istri wajib berpenampilan sebaik mungkin untuk menyenangkan hati suami. 

Imam Al-Munawi berkata, “Memakai parfum dan mempercantik dirinya untuk suaminya, itu wajib dan merupakan sesuatu yang disukai. Salah satu orang bijak berkata bahwa bagi seorang wanita untuk mempercantik dirinya dan memakai parfum untuk suaminya adalah salah satu hal yang menguatkan cinta dan kasih sayang di antara mereka serta menangkal ketidaksukaan.” 

Wallahu a’lam bi ash-shawabi.

Referensi: Sunan Abi Dawud: 2/252; Sunan At-Tirmidzi: 4/404; As-Sunan Al-Kubro li An-Nasa’i: 8/349, 149; Mirqat al-Mafatih: 3/838; Fathu Al-Bari: 10/366; Qut Al-Mughtadzi: 2/699; Dar Ifta Al-Mishriyyah.

###

*Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan. 

**Punya pertanyaan terkait Islam? Silakan kirim pertanyaanmu ke salam@kesan.id 

Bagikan artikel ini

Berita terkait